Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Minggu, 12 Ramadhan 1439 / 27 Mei 2018

Inggris: Rusia berada di Balik Serangan Siber

Kamis 15 Februari 2018 16:52 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Ancaman serangan siber kini semakin nyata

Ancaman serangan siber kini semakin nyata

Foto: ABC
Serangan yang disebut NotPetya dimulai di Ukraina pada Juni tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris menyalahkan Rusia pada Kamis (15/2) karena serangan siber pada tahun lalu. Inggris secara terbuka menuduh Moskow menyebarkan virus yang mengganggu perusahaan di seluruh Eropa termasuk Reckitt Benckiser yang berbasis di Inggris.

Serangan yang disebut NotPetya dimulai di Ukraina pada Juni tahun lalu. Virus tersebut melumpuhkan komputer pemerintah dan bisnis sebelum menyebar ke seluruh dunia. Virus ini menghentikan operasi di pelabuhan, pabrik dan kantor.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan serangan tersebut berasal dari militer Rusia. "Keputusan untuk secara terbuka mengaitkan insiden ini menggarisbawahi fakta bahwa Inggris dan sekutu-sekutunya tidak akan mentolerir aktivitas siber yang merugikan," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.

 

Baca juga, Uji Coba Rudal Korut Gagal, Diduga Akibat Serangan Siber AS.

 

Ia mengatakan, target utama serangan adalah sektor keuangan, energi dan Pemerintah Ukraina. Desainnya yang sembarangan menyebabkannya menyebar lebih jauh yang mempengaruhi bisnis Eropa dan Rusia lainnya.

Moskow sebelumnya membantah berada di balik serangan NotPetya. Reckitt, pembuat barang konsumen, serta perusahaan pelayaran Denmark AP Moller-Maersk S / A, termasuk di antara mereka yang terkena dampak. 

 

Menteri pertahanan Inggris Gavin Williamson mengatakan serangan tersebut merupakan bagian dari era perang yang baru dan Inggris harus siap untuk meresponsnya. "Kita harus prima dan siap menghadapi ancaman yang mengancam dan mengintensifkan ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

November lalu, Perdana Menteri Theresa May menuduh Rusia mencampuri pemilihan dan menyebarkan cerita palsu di media.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES