Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Tuesday, 7 Ramadhan 1439 / 22 May 2018

Olimpiade Musim Dingin Dikabarkan Jadi Sasaran Peretasan

Selasa 09 January 2018 00:41 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Budi Raharjo

malware

malware

REPUBLIKA.CO.ID,SEOUL -- Olimpiade musim dingin yang akan digelar pada Februari 2018 di Korea Selatan dikabarkan jadi sasaran peretasan. Data yang coba dicuri konon tergolong data sensitif.

Perusahaan keamanan siber, McAfee menyampaikan, surat-surat elektronik terinfeksi malware dikirimkan ke penyelenggara Olympiade Pyeongchang pada bulan lalu. McAfee sendiri tidak mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab soal itu.

Namun, McAfee menyatakan serangan ini berkaitan dengan gelaran Olimpiade musim dingin yang akan digelar pada Februari 2018 mendatang. Dalam serangan serupa sebelumnya, peretas mencoba membobol kata kunci-kata kunci dan data keuangan, demikian dilansir BBC pada Senin (8/1).

McAfee menyatakan, sejumlah kelompok yang berkaitan dengan Olympiade ini menerima surel berisi malware, termasuk beberapa kelompok yang menangani hoki es. ''Mereka yang menerima surat terinfeksi malware ini termasuk pengedia jasa dan tim pendukung penyelenggaraan Olympiade,'' ungkap McAfee.

Para peretas, lanjut McAfee, nampak menjajal serangan ke jaringan yang lebih luas melalui cara tersebut. Surel-surel tersebut terlihat dikirim dari alamat IP Singalura. Surel itu menginstruksikan penerimanya untuk membuka dokumen teks dalam Bahasa Korea.

McAfee mengatakan, para peretas berusaha mengelabui para penerima surel dengan meyakinkan bahwa surel tersebut berasal dari Pusat Penanganam Terorisme Nasional Korea Selatan. Kebetulan, di saat bersamaan,Pusat Penanganam Terorisme Nasional Korea Selatan juga sedang menggelar program anti teror kawasan.

Di beberapa kasus, para peretas menggunakan teknik stenografi yang menyembunyikan malware dalam teks dan gambar. Meneruskan hasil riset University of California,McAfee mewanti-wanti soal serangan siber lanjutan terhadap berbagi agenda olah raga besar lainnya.

''Dengan makin dekatnya penyelenggaraan Olimpiade, kami memprediksi serangan siber menggunakan isu Olimpiade akan makin marak,'' ungkap McAfee.

Serangan ini muncul jelang pembicaraan antara Pyongyang dengan Seoul setelah dua tahun negara bertetangga ini tak berkomunikasi. Korea Utara bersedian datang pada 9 Januari 2018 untuk membicarakan kemungkinan para atlet Korea Utara tampil di Olimpiade Pyeongchang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA