Kamis , 07 December 2017, 12:20 WIB

Eropa Kecam Keputusan Trump Akui Yerusalem Milik Israel

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah
AP/Alex Brandon
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hal ini disampaikannya di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (6/12) waktu setempat atau Kamis (7/12) WIB.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hal ini disampaikannya di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (6/12) waktu setempat atau Kamis (7/12) WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Sekutu dekat AS seperti Inggris, Prancis dan Jerman mengecam keputusan Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengatakan keputusan yang dibuat Trump akan membuat hubungan AS-Eropa menjadi tidak kondusif.

"Kita semua tahu dampak luas yang akan terjadi. Posisi Jerman dalam masalah ini tetap tidak berubah: Solusi untuk masalah Yerusalem hanya dapat ditemukan melalui negosiasi langsung antara kedua belah pihak. Segala sesuatu yang memperburuk krisis itu kontraproduktif," kata Gabriel seperti dilansir The Washington Post, Kamis (7/12).

Pernyataan Menteri luar negeri Jerman tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Prancis di Washington, Macron menegaskan status Yerusalem harus diselesaikan melalui perundingan damai antara Israel dan Palestina.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson juga mengatakan langkah Trump dapat mengganggu usaha untuk mencapai perdamaian di wilayah tersebut. "Jelas ini adalah keputusan yang membuatnya lebih penting daripada sebelumnya bahwa usulan Amerika yang telah lama ditunggu mengenai proses perdamaian Timur Tengah sekarang diajukan, dan saya akan mengatakan bahwa hal itu seharusnya terjadi sebagai prioritas," katanya.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengindikasikan bahwa dia akan mendiskusikan keputusan tersebut dengan Trump dan menekankan bahwa posisi Inggris tidak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Di Belanda, kritik terhadap Trump sangat kuat. "Kami pikir ini langkah yang tidak bijaksana dan langkah kontraproduktif. Jika kita ingin memecahkan pada suatu saat konflik antara Palestina dan Israel, kita memerlukan solusi dua negara, dan langkah sepihak tidak akan membantu, " ujar Menteri Luar Negeri Belanda Halbe Zijlstra.

Zijlstra mengaku telah menyampaikan keprihatinannya kepada Tillerson dalam pertemuan dua hari para menteri luar negeri NATO di Brussels. Tillerson, berbicara dengan wartawan sekitar enam jam menjelang pidato Trump. Ia menepis kritik bahwa keputusan di Yerusalem akan memperburuk prospek perdamaian.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrm mengatakan keputusan Trump akan menimbulkan efek yang begitu berbahaya. Di Rusia, Kremlin juga bergabung dalam daftar negara-negara yang khawatir akan dampak dari keputusan Trump. Rusia mengatakan, ketegangan antara Israel dan Palestina akan semakin memburuk dengan adanya kebijakan ini.