Sabtu , 07 October 2017, 22:05 WIB

Korut Persiapkan Uji Coba Rudal Jarak Jauh

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Esthi Maharani
EPA / KCNA
Uji coba rudal balistik yang dilengkapi dengan sistem panduan presisi, di lokasi yang dirahasiakan di Utara Korea.
Uji coba rudal balistik yang dilengkapi dengan sistem panduan presisi, di lokasi yang dirahasiakan di Utara Korea.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG - Korea Utara (Korut) sedang mempersiapkan uji coba rudal jarak jauh yang diyakini dapat mencapai pantai barat Amerika Serikat (AS). Informasi ini disampaikan oleh seorang anggota parlemen Rusia yang baru saja kembali dari kunjungannya ke Pyongyang, Anton Morozov.

Menurut laporan RIA, Morozov, anggota majelis tinggi parlemen Rusia, dan dua anggota parlemen Rusia lainnya mengunjungi Pyongyang pada 2-6 Oktober lalu. "Mereka sedang mempersiapkan uji coba baru rudal jarak jauh. Mereka bahkan memberi kami perhitungan matematis yang mereka yakini dapat membuktikan rudal mereka dapat mencapai pantai barat AS," ujar Morozov.

"Sejauh yang kami mengerti, mereka berniat meluncurkan satu lagi rudal jarak jauh dalam waktu dekat. Dan secara umum, suasana hati mereka dekat dengan berperang," tambah dia.

Dia juga tidak menyebutkan pejabat Korut mana yang memberinya informasi tentang uji coba yang direncanakan tersebut dan tidak mengungkapkan jenis rudal yang akan diuji.

Di Washington, seorang pejabat AS mengatakan telah ada indikasi Korut tengah mempersiapkan sebuah uji coba rudal pada 10 Oktober. Tanggal ini adalah ulang tahun berdirinya Partai Pekerja Korea yang berkuasa dan sehari setelah liburan Hari Columbus di AS.

"Ada kejelasan tujuan dalam apa yang Kim Jong-un lakukan. Saya tidak berpikir dia sudah selesai," kata Yong Suk Lee, wakil direktur Pusat Misi Korea CIA, yang didirikan tahun ini.

"Sebenarnya, saya mengatakan kepada staf saya sendiri, tanggal 10 Oktober adalah hari berdirinya Partai Pekerja Korea di Korea Utara pada Selasa, tapi Senin ini adalah liburan Hari Columbus di Amerika Serikat," jelasnya.

Rusia memiliki hubungan lebih dekat dengan Pyongyang daripada banyak negara kuat lainnya. Kim Il-sung, pendiri Korut dan kakek pemimpin Korut saat ini, telah tinggal lama di Uni Soviet.

Sumber : Reuters

Berita Terkait