Rabu , 26 December 2012, 17:56 WIB

Wartawan Gelar Doa Delapan Tahun Tsunami

Red: Citra Listya Rini
Masjid Baiturrahman Banda Aceh usai diterjang gempa dan tsunami 2004
Masjid Baiturrahman Banda Aceh usai diterjang gempa dan tsunami 2004

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Puluhan wartawan media cetak dan elektronik menggelar doa bersama mengenang peristiwa delapan tahun musibah tsunami yang mengakibatkan tidak kurang dari 200 ribu orang meninggal dunia dan hilang di Provinsi Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

Koordinator Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh, Yuswardi Mustafa di Banda Aceh, Rabu menyebutkan doa dan berzikir yang menyertakan santri digelar untuk mengenang korban tsunami terutama dikalangan jurnalis Aceh, delapan tahun lalu.

"Tercatat sebanyak 27 orang jurnalis yang tugas jurnalistiknya di Kota Banda Aceh, dan Aceh Besar itu hilang dan meninggal dunia dalam musibah tsunami di Aceh," katanya menambahkan.

Yuswardi menjelaskan bahwa doa dan zikir bersama dipimpin Tgk Yassir itu digelar para wartawan yang tergabung dalam KWPSI, selain juga tausyiah disampaikan Tgk Mulyadi Nurdin.

Kegiatan itu untuk mengenang kembali para wartawan yang menjadi syuhada dalam musibah tsunami delapan tahun lalu. "Hari ini, seakan-akan kita merasakan kembali kehadiran teman-teman yang kini telah menjadi syuhada, meninggal dunia dalam musibah tsunami namun kita semua agar menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran penting," kata Yuswardi.

Setelah doa dan zikir bersama, kegiatan mengenang delapan tahun tsunami Aceh dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan Tgk Mulyadi Nurdin.

"Tsunami yang menimpa Aceh delapan tahun lalu. Juga ada bencana alam yang lebih dahsyat lagi menimpa umat-umat sebelum kita. Cukup banyak ayat Al Quran mengisahkan tentang bermacam bentuk bencana alam dahsyat seperti banjir besar masa Nabi Nuh Alaihissalam," katanya menjelaskan.

Sebelumnya, puluhan wartawan lintas media dan organisasi profesi juga menggelar doa bersama di aula gedung PWI Aceh. Doa dan zikir mengenang delapan tahun tsunami itu dipimpin ustad Husein.


Sumber : Antara

Berita Terkait