Kamis , 05 October 2017, 13:43 WIB

Ulah Paddock Jelang Penembakan Vegas, Menurut Sang Kekasih

Rep: Fira Nursya'bani/Dyah Ratna Meta/ Red: Teguh Firmansyah
Facebook/News.com.au
Marilou Danley
Marilou Danley

REPUBLIKA.CO.ID, LAS VEGAS -- Kekasih Stephen Paddock, Marilou Danley, mengaku tidak mengetahui rencana pembantaian massal yang dilakukan Paddock. Kendati begitu ia tak menampik, sebelum melakukan aksi nekat, Paddock pernah mengiriminya 100 ribu dolar AS.  

Menurut Danley, kekasihnya itu adalah sosok yang baik hati, perhatian, dan cukup pendiam. Danley yang dengan sukarela telah kembali dari tempat kelahirannya di Filipina ke AS, mengaku terkejut atas tindakan kekerasan mengerikan yang dilakukan Paddock.

"Paddock tidak pernah mengatakan apapun kepada saya atau mengambil tindakan apapun yang menunjukkan peringatan akan apa yang akan terjadi," kata Danley, dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh pengacaranya.
"Saya mencintainya dan berharap bisa memiliki masa depan yang tenang bersama," tambah dia, dikutip BBC.

Otoritas AS menunjuk Danley sebagai orang yang paling dicari dalam penyelidikan. Mereka mengaku telah melakukan kontak dengan Danley tak lama setelah penembakan tersebut.

Danley dengan sukarela terbang kembali ke Los Angeles dari Filipina pada Selasa (3/10) malam untuk berbicara dengan FBI. Ia pulang ke Filipina dua pekan setelah Paddock secara tiba-tiba memberikan tiket murah untuk memungkinkannya mengunjungi keluarganya.

Setelah berada di sana, Paddock mengiriminya 100 ribu dolar AS untuk membeli rumah. "Saya bersyukur, tapi jujur saya khawatir itu adalah caranya untuk putus dengan saya. Tidak pernah terpikir oleh saya dengan cara apa pun dia merencanakan kekerasan terhadap siapa pun," kata Danley.

Saudara perempuan Danley sebelumnya mengatakan kepada media Australia 7News, Danley diminta pergi agar dia tidak berada di Las Vegas untuk mengganggu apa yang Paddock rencanakan.