Rabu , 04 October 2017, 10:46 WIB

Lecehkan Rohingya, Ratu Kecantikan Myanmar Kehilangan Gelar

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Agus Yulianto
Ratu kecantikan Myanmar, Shwe Eain Si.
Ratu kecantikan Myanmar, Shwe Eain Si.

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON - Ratu kecantikan Myanmar, Shwe Eain Si, telah kehilangan gelar. Penyebabnya, dia membuat sebuah video kontroversial mengenai kekerasan yang sedang berlangsung di Negara Bagian Rakhine. Dalam video itu, dia menuduh Rohingya telah memperparah kerusuhan tersebut.

Gadis berusia 19 tahun ini kehilangan gelar Miss Grand Myanmar setelah Hello Madam Media Group, perusahaan penyelenggara kontes kecantikan, memutuskan untuk mencabutnya. Pada Ahad (1/10), Hello Madam Media Group mengumumkan bahwa Shwe Eain Si telah kehilangan gelarnya karena tidak berperilaku seperti seorang panutan.

Beberapa pihak berspekulasi, pencabutan gelar itu ada kaitannya dengan video pelecehan Shwe Eain Si terhadap Rohingya. Namun perusahaan tersebut membantah pencabutan gelar ini disebabkan oleh video Shwe Eain Si yang beredar luas, melainkan karena dia telah melanggar peraturan kontrak.

"Ya, Shwe Eain Si membuat sebuah video tentang teror yang dibawa oleh gerilyawan ARSA di Negara Bagian Rakhine, tapi itu bukan alasan dari kegagalannya sebagai seorang kontestan," tulis Hello Madam Media Group dalam akun Facebook resminya.

Direktur Hello Madam, Soe Yu Wai mengatakan kepada BBC, bahwa mereka telah memutuskan untuk melepaskan gelar itu sebelum video Shwe Eain Si beredar. Namun ,ia juga mengatakan, sebagai warga negara Shwe Eain Si diwajibkan untuk menggunakan ketenarannya untuk mengungkapkan kebenaran bagi bangsanya.

Dalam video yang diunggah di halaman Facebook pribadinya, ratu kecantikan tersebut berbicara menggunakan bahasa Inggris dan mengatakan, para pendukung militan Rohingya telah memanipulasi media. Sehingga dalam kekerasan di Rakhine, seolah-olah Rohingya merupakan pihak yang paling menderita.

Dalam videonya, Shwe Eain Si tidak menyebutkan tuduhan bahwa militer Myanmar telah melakukan kekejaman luas terhadap minoritas Muslim Rohingya. Tentara, yang telah dituduh melakukan pembersihan etnis, mengatakan mereka hanya menargetkan militan.

Shwe Eain Si berada di posisi kedua dalam kompetisi Miss Universe Myanmar yang diselenggarakan oleh Hello Madam tahun lalu. Ia kemudian memenangkan gelar Miss Grand Myanmar dan dijadwalkan akan mewakili negaranya pada kompetisi Miss Grand International akhir bulan ini.






Berita Terkait