Rabu , 04 Oktober 2017, 17:00 WIB

Sumbangan Dana untuk Korban Las Vegas Tembus 8,3 Juta Dolar

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Manuel Balce/AP Photo
Bendera setengah tiang dikibarkan di kawasan Monumen Nasional Washington AS, untuk menghormati korban penembakan massal di Las Vegas, Selasa (3/10).
Bendera setengah tiang dikibarkan di kawasan Monumen Nasional Washington AS, untuk menghormati korban penembakan massal di Las Vegas, Selasa (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, LAS VEGAS -- Ribuan warga Amerika Serikat (AS) berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana daring untuk membantu korban penembakan di Las Vegas yang terjadi pada Ahad (1/10).  Aksi bertajuk "GoFundMe" ini telah menghimpun sekitar 8,3 juta dolar AS.

Aksi penggalangan dana ini diinisiasi oleh Ketua Komisi Clark County Steve Sisolak. Awalnya, Sisolak hanya menargetkan penghimpunan dana sebesar 1 juta dolar AS.

Namun, ketika kampanye ini diluncurkan, animo masyarakat AS untuk membantu ternyata di luar perkiraan Sisolak. Lebih dari 62 ribu orang menyumbangkan dana bantuan ke GoFundMe dalam sehari.

Tim rugbi AS Oakland Raiders menjadi pendonor pertama dalam aksi ini. Mereka menyumbang 50 ribu dolar untuk korban penembakan di Las Vegas. "Hati Bangsa Raider mengiringi Las Vegas," kata Oakland Riders dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Anadolu, Rabu (4/10).

Bill McBeath, CEO Hotel Cosmopolitandi Las Vegas juga tercatat sebagai orang yang berpartisipasi dalam kampanye GoFundMe. Ia menyumbang dana 100 ribu dolar AS.

Dalam proses penggalangan dana tersebut tak sedikit pula penyumbang anonim. Salah satu penyumbang anonim itu bahkan menyumbang dana 500 ribu dolar AS untuk para korban.

Setelah beberapa jam berlalu, jumlah dana yang ditargetkan Sisolak telah terlampaui. Dana yang terkumpul menyentuh angka 8,3 juta dolar AS.

Namun, pada Selasa (3/10), CEO MGM Resorts InternationalJim Murren menjanjikan bantuan senilai 3 juta dolar AS. MGM adalah perusahaan yang menaungi Mandalay Bay Resort, tempat Stephen Paddock, pelaku penembakan Las Vegas, melakukan aksinya.

Aksi penembakan liar oleh Paddock telah menyebabkan 59 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya luka-luka. Ini menjadi insiden penembakan terburuk dalam sejarah AS sejak 1949.

Berita Terkait