Senin , 02 Oktober 2017, 19:53 WIB

Banyak Ibu Hamil Rohingya dalam Kondisi Memprihatinkan

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agus Yulianto
Antara/Akbar Nugroho Gumay
Puluhan pengungsi rohingya antri untuk mengambil bantuan di Kamp Pengungsian Jamtoli, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).
Puluhan pengungsi rohingya antri untuk mengambil bantuan di Kamp Pengungsian Jamtoli, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BANGLADESH -- Tim Medis Dompet Dhuafa kembali menggelar inspeksi kesehatan pengungsi sejak tiga hari terakhir di pos pengungsian, Coxs Bazar Bangladeh. Targetnya, untuk pengecekan kesehatan dan pendampingan ibu hamil di pos pengungsian.

Tim medis menemukan, sebanyak 20 ibu hamil di pos pengungsian dengan berbagai kondisi fisik dan psikologis yang kritis. Salah satunya seorang ibu hamil bernama Hafsa yang baru usia 17 tahun tengah mengandung anak pertamanya.

Hafsa bersama keluarganya terusir dari tanah kelahirannya di Rakhine, Myanmar. Kini, dia tinggal di pos pengungsian di Coxs Bazar. Banyak keterbatasan saat tinggal di pengungsian, seperti tidak adanya selimut dan pakaian hangat yang layak.

"Kita sama-sama berikhtiar berikan dukungan moril dan materil kepada mereka untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua masyarakat Rohingya," kata Aktivis Kemanusiaan Dompet Dhuafa bidang kesehatan untuk pengungsi Rohingya, Dr Rosita Rivai melalui keterangan tertulis yang disampaikan Dompet Dhuafa ke Republika.co.id, Senin (2/10).

Rosita mengatakan, harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang, menjadi impian semua ibu hamil saat bayinya dilahirkan. Rasanya, sebanyak 20 calon bayi yang tengah dikandung ibu-ibu tangguh etnis Rohingya menjadi pembawa keberkahan bagi semua saudaranya yang tengah menjadi korban konflik.

Sebab, berdasarkan laporan, selama enam bulan terakhir tercatat ada 150 bayi etnis Rohingya yang lahir di pos pengungsian setiap bulannya. "Pagi ini, kami dari Dompet Dhuafa dan tim kemanusiaan lainnya yang mendapat dukungan penuh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali bergerak untuk melakukan pengecekan kepada ibu-ibu pengungsi yang tengah mengandung," ujarnya.

Dikatakan Rosita, pengecekan dan pendampingan untuk ibu-ibu hamil di pengungsian sangatlah penting. Demi menjamin persalinan yang sehat bagi si ibu dan bayinya. Ini menjadi salah satu fokus program Dompet Dhuafa untuk mereka.

Selain melakukan pengecekan kesehatan dan kandungan, tim kemanusiaan Dompet Dhuafa juga membagikan paket hygine kit dan baby kit. Sebab, satu yang harus tetap dibantu dan dijaga, yakni kebersihan dan kesehatan ibu hamil demi kelangsungan kedepannya.

Rosita menyampaikan, sinergi penuh tim kemanusiaan Dompet Dhuafa, IDI dan organisasi kemanusiaan lainnya tentu menjadi salah satu harapan kuat para pengungsi untuk kehidupan yang lebih baik. "Atas uluran kebaikan kita semua, semoga bayi-bayi yang tengah berada di kandungan ibu-ibu tangguh Rohingya, terlahir sebagai pembawa keberkahan dan kedamaian," ujarnya.