Ahad , 01 October 2017, 07:21 WIB

Presiden Cina dan Menlu AS Bahas Kunjungan Trump

Red: Yudha Manggala P Putra
AP Photo/File
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden China Xi Jinping bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson di Beijing, Sabtu (30/9). Keduanya membahas rencana kunjungan Presiden Donald Trump pada akhir tahun ini.

"Kunjungan Trump pada bulan November nanti sangat penting bagi hubungan bilateral kami," kata Xi sebagaimana dikutip Kantor Berita Xinhua yang dipantau di Beijing, Ahad (10/1). "Kunjungan tersebut kesempatan yang sangat bagus bagi peningkatan hubungan Cina-AS."

Menurut dia, kemitraan Cina-AS secara umum stabil dan pihaknya masih sering berkomunikasi dengan Presiden Trump. Tim dari Cina dan AS telah mengimplementasikan konsensus yang dicapai kedua kepala negara untuk saling memahami hubungan bilateral, saling menghormati, dan fokus pada kerja sama yang saling menguntungkan.

"Cina menganggap bahwa kunjungan Presiden Trump sangat penting dan saya akan bekerja dengannya untuk meningkatkan hubungan bilateral selama beberapa tahun mendatang," kata Xi.

Dia juga melihat tim kedua belah pihak telah bekerja keras agar kunjungan Trump berjalan lancar dan istimewa. Ia juga menekankan bahwa kedua belah pihak membutuhkan kerja sama di level bilateral, regional, dan global karena kedua negara tersebut sedang memimpin perekonomian global.

"Kepentingan bersama kedua negara melebihi perbedaan sikap kami dan kerja sama menjadi pilihan yang tepat," katanya lagi.

Kedua belah pihak akan meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan dan koordinasi dalam mengatasi persoalan-persoalan internasional dan global.

Xi juga menginginkan kedua belah pihak bisa mengatasi perbedaan dan isu sensitif melalui dialog dan konsultasi dengan saling menghormati kepentingan masing-masing agar stabilitas hubungan bilateral dapat terpelihara dengan baik.

Kedua belah pihak juga akan memperluas hubungan antarmasyarakat (P to P), demikian tambah Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina itu.

Sementara itu, Tillerson menyampaikan salam Trump kepada Xi. Mengingat peningkatan hubungan AS-China berdasarkan iktikat baik kedua presiden, Tillerson menyatakan bahwa dalam hubungannya dengan Cina, AS berharap adanya saling percaya dan kerja sama konkret di beberapa sektor terutama dalam mengatasi tantangan global.

"State Councelor" atau setingkat Menko China Yang Jiechi yang mendapat kesempatan bertemu Tillerson juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, militer, penegakan hukum, dan pertukaran antarmasyarakat.

Dia berharap kedua belah pihak bisa bekerja bersama di bidang penegakan hukum dan keamanan siber sebagai tindak lanjut dari dialog diplomatik, keamanan, perekonomian, sosial, dan kemasyarakatan yang sudah dibicarakan.

Yang dan Tillerson juga telah bertukar pikiran mengenai krisis di Semenanjung Korea. Selama ini antara Cina dan AS memiliki pandangan yang berbeda dalam isu Semenanjung Korea dan Laut Cina Selatan.

Kunjungan Trump yang diagendakan dalam lawatan ke Asia Tenggara untuk menghadiri KTT APEC di Vietnam nanti merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Xi ke AS pada bulan April lalu.

Sumber : Antara