Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

'Banyak Organisasi Guru tak Dipimpin Guru'

Jumat 03 Oktober 2014 04:12 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novi/ Red: Julkifli Marbun

Seorang guru mengajar di kelas.   (ilustrasi)

Seorang guru mengajar di kelas. (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, terdapat hal-hal yang memperlemah organisasi guru. Antara organisasi profesi guru tidak diurus oleh guru.

Padahal menurut Undang-undang Guru dan Dosen, kata Retno,  mensyaratkan bahwa organisasi profesi guru harus dibentuk dan diurus oleh guru. "Kenyataannya banyak organisasi profesi guru justru tidak diurus dan dipimpin oleh guru,"katanya, Kamis, (2/10).

Organisasi yang berskala nasional, ujar Retno, misalnya PGRI dan IGI tidak diurus oleh guru. Hal ini menyalahi ketentuan dalam Undang-undang Guru dan Dosen yang menyatakan bahwa organisasi profesi guru adalah perkumpulan berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru, ini terdapat dalam Pasal 1 butir 13 Undang-undang Guru dan Dosen.

“Pasal tersebut sekaligus mempertegas siapapun yang bukan guru semestinya tidak boleh mengurus organisasi guru. Tapi data menunjukkan bahwa organisasi guru malah diurus dana dipimpin oleh birokrat pendidikan, mantan birokrat bahkan oleh anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah)," kata Retno.

Jika organisasi guru tidak diurus para guru, terang Retno,  maka organisasi guru menjadi tidak independen dan mandiri. Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 41 (1) yang menyebutkan bahwa guru dapat membentuk organisai profesi yang bersifat independen,” terangnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES