Rabu , 13 September 2017, 11:46 WIB

Mensos Apresiasi Langkah ACT Bantu Rohingya

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus Yulianto
Republika/ Wihdan Hidayat
Personel melakukan persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).
Personel melakukan persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Langkah relawan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi etnis muslim Rohingya di Myanmar  mendapat apresiasi Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa.  Menurutnya, layanan kemanusiaan di Rohingya yang sudah berjalan 6 tahun dinilai sangat bermakna bagi masyarakat Rohingya.

Oleh karena itu, pihaknya mendukung rencana kelanjutan program bantuan tersebut. Sekemanya, dikatakan Khofifah, ACT akan menjadi penampung sekaligus penyalur bantuan kemanusiaan dari masyarakat umum.

"ACT akan mengkanalisasi bantuan kemanusiaan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia. Utamanya yang berniat untuk membantu, namun bingung hendak disalurkan lewat mana," ujar Khofifah, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (13/9)

Khofifah meyakini, konflik berkepanjangan di Rakhine State, Myanmar menimbulkan rasa empati sekaligus simpati masyarakat Indonesia. Terlebih, dengan status Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia. Karenanya, kanalisasi bantuan menjadi solusi bagi masyarakat umum yang berkeinginan membantu kelompok etnis muslim Rohingya tersebut.

"Kalau mereka (masyarakat) sudah tahu bisa menyumbang dimana, pasti lebih memudahkan ," tambahnya. Maka dengan demikian, Khofifah berharap, ACT segera mengurus perizinan sebelum melakukan penggalangan dana masyarakat. Sementara Kementerian Sosial akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penyalurannya. Mengingat bantuan tersebut akan disalurkan lintas negara.

Presiden ACT Ahyudin mengatakan, pihaknya bersedia jika diminta bantuan untuk mengumpulkan sekaligus menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia. Apalagi, belum lama ini ACT sendiri telah berhasil menyalurkan bantuan kepada etnis Muslim Rohingya. Paket pangan berupa beras, tepung, minyak, garam, bawang, cabai, dan air mineral disalurkan lewat perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar.

"Myanmar masih melakukan blokade bantuan kemanusiaan, jadi saat ini dilaksanakan di perbatasan Bangladesh," tuturnya.

Menurut Ahyudin, rencananya, dalam waktu dekat ACT akan kembali menyalurkan bantuan kepada Muslim Rohingya berupa beras, permakanan dan pakaian. Selanjutnya bantuan akan dikirim melalui jalur laut.