Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Pengadilan Hentikan Kasus Mantan PM Thailand

Kamis 03 August 2017 07:09 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Demonstrasi Anti-Thaksin di Thailand

Demonstrasi Anti-Thaksin di Thailand

Foto: nowpublic.com

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Pengadilan Thailand pada Rabu menghentikan sebuah kasus terhadap mantan Perdana Menteri Somchai Wongsawat, saudara ipar mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang merupakan kemenangan langka gerakan pro-Thaksin, anti-junta. Somchai, bersama dengan wakil perdana menteri Chavalit Yongchaiyuth, dituduh menyalahgunakan kekuasaan atas tindakan keras yang mematikan terhadap para demonstran di tahun 2008.

Dua orang tewas dan ratusan lainnya cedera ketika polisi menggunakan gas air mata untuk membersihkan demonstran "baju kuning" anti pemerintah yang memiliki parlemen di Bangkok.

"Meskipun ada orang-orang yang terluka dan terbunuh, dalam hal itu sulit bagi polisi untuk mengetahui bahwa gas air mata akan menyebabkan luka dan kematian dengan cara itu," kata pengadilan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah putusan tersebut.

Lawannya menuduh Somchai menjadi boneka Thaksin. Thaksin, yang tinggal di luar negeri untuk menghindari hukuman penjara yang dijatuhkan karena korupsi tahun 2008, digulingkan dalam kudeta tahun 2006 namun tetap memiliki pengaruh besar dalam politik Thailand.

Keluarga Shinawatra dan sekutu politik mereka adalah jantung dari konflik politik yang telah membagi Thailand selama lebih dari satu dekade. Krisis ini membuat mantan konglomerat telekomunikasi Thaksin, dan pasukan pendukungnya, melawan elite yang berbasis di Bangkok yang menganggapnya sebagai ancaman bagi kelompok lama yang telah mapan, militer kerajaan.

Anggota keluarga Shinawatra menuduh lawan mereka melakukan penganiayaan politik. Protes tahun 2008 oleh kelompok Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD), sebuah gerakan anti-Thaksin yang aksi jalanannya pada akhirnya menyebabkan kudeta tahun 2006 terhadap Thaksin, merupakan salah satu krisis politik terburuk dalam sejarah Thailand baru-baru ini.

Pada bulan Oktober tahun itu, para pemrotes mengepung parlemen yang memaksa Somchai untuk melarikan diri dari pagar belakang setelah menyampaikan sebuah kebijakan. Polisi membubarkan pemrotes dengan tembakan gas air mata. Sedikitnya 400 orang terluka.

Keputusan Rabu mengecewakan mantan anggota PAD yang sekarang sudah tidak lagi aktif. Beberapa berdiri di luar pengadilan setelah keputusan tersebut dan berteriak: "Pembunuhan!". Militer mengambil alih kekuasaan di Thailand dalam kudeta 2014, menggulingkan adik Thaksin, perdana menteri Yingluck Shinawatra.

Pekan lalu, ratusan orang berkumpul di sebuah pantai di Thailand untuk melepasliarkan 1.066 kura-kura ke laut sebagai bagian dari perayaan menandai ulang tahun Raja baru Maha Vajiralongkorn pekan ini. Ulang tahun Raja Vajiralongkorn pada 28 Juli diumumkan oleh pemerintah militer sebagai hari libur umum tahun ini.

Perayaan tersebut diharapkan mencakup upacara perayaan di kuil Buddha di Thailand dan acara pemberian sedekah untuk lebih dari 600 biksu Buddha di sebuah lapangan umum di ibu kota, Bangkok. Vajiralongkorn mewarisi tahta pada Desember setelah kematian ayahnya yang dihormati, Raja Bhumibol Adulyadej, pada Oktober 2016.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES