Ahad , 02 July 2017, 09:38 WIB

'13 Reasons Why' Kembali Buat Remaja Bunuh Diri

Rep: Dwina Agustin/ Red: Agus Yulianto
wonderslist.com
Upaya bunuh diri (ilustrasi)
Upaya bunuh diri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Peringatan bagi orang tua yang memiliki remaja putri bila tengah menonton acara serial televisi. Di Amerika, penayangan serial televisi "13 Reasons Why", kembali menulai kontroversi. Pasalnya, dua orang pria asal California mengklaim jika serial Netflix itu menyebabkan anggota keluarganya bunuh diri.

John Herndon mesti kehilangan anak perempuannya bernama Belle, sedangkan Peter Chiu kehilangan keponakan perempuannya Priscilla. Kedua pria tersebut mengklaim jika anggota keluarganya bunuh diri setelah menonton "13 Reasons Why".

Dua remaja perempuan itu masih berusia 15 tahun ketika meninggal dunia. Mereka melakukan bunuh diri pada bulan April. "Saya mulai membaca tentang tanda-tanda itu sedikit terlambat," kata Chiu, dikutip dari CBSNews, Ahad (2/7).

Serial tersebut menampilkan karakter utama Hanna Baker yang melakukan bunuh diri setelah meninggalkan rekaman audio yang menggambarkan 13 alasan dia mengakhiri hidupnya. Herndon dan Chiu tahu gadis-gadis itu memiliki masalah, tapi mereka tidak tahu jika mereka menonton serial tersebut sampai mereka meninggal.

"Jadi Netflix menunjukkan kepada anak-anak bagaimana melakukan bunuh diri," kata Chiu. "Mereka memberikan cetak biru untuk tindakan itu, saya setuju dengan Peter, itu benar-benar tidak bertanggung jawab," kata Herndon menambahkan pernyataan rekan yang baru dikenalnya saat melakukan tanya jawab bersama CBSNews.

Herndon mengatakan, berkeinginan bertemu dengan Netflix untuk meyakinkan jaringan tersebut agar berhenti menayangkan serial musim pertama dan membatalkan rencana untuk musim kedua. Harapan mereka berdua hanya ingin menyelamatkan keluarga lain untuk kehilangan anggotanya karena menonton serial tersebut.

"Pertanyaan saya kepada Netflix adalah, apakah mereka memperhitungkan potensi dampak negatif yang dimiliki season satu," Kata Chiu.

Produser eksekutif "13 Reasons Why" Selena Gomez telah membela pertunjukan tersebut untuk penonton remaja. Dia ingin memberikan pengetahuan seputar depresi yang dialami, termasuk apa yang Gomez pernah rasakan.

Psikolog klinis David Swanson tidak percaya jika tontonan tersebut bisa memicu bunuh diri. Menurutnya, alasan seseorang untuk bunuh diri lebih pada dorong kegelisahan, depresi, dan stres yang besar.