Rabu , 14 Juni 2017, 05:20 WIB

Pengusaha Muslim Berkorban Lindungi Orang Kristen

Red: Esthi Maharani
dok Dompet Dhuafa
Para penguingsi di Marawi, Filipina Selatan
Para penguingsi di Marawi, Filipina Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA – Seorang Muslim yang berprofesi sebagai pengusaha mebel mengorbankan dirinya untuk melindungi para pekerjanya, termasuk lima Nasrani, di Kota Marawi, Selasa (13/6).

Manila Bulletin, Selasa (13/6), melaporkan, pengusaha yang tidak disebutkan namanya itu berasal dari Maranao, suku bangsa mayoritas Muslim di Pulau Mindanao. Pengusaha itu dengan berani mengajak berbicara dengan sejumlah militan Maute yang merangsek masuk ke tokonya.

Hasil dari “negosiasi” itu lima orang pekerja Kristen yang terjebak diperbolehkan menyelamatkan diri. Kelimanya kemudian menghubungi Peace Corridor pada Kantor Penasihat Kepresidenan Ihwal Proses Perdamaian (OPAPP). Mereka tidak bisa keluar dari Marawi sejak konflik pecah di kota itu pada 23 Mei 2017.

“Bos kami tetap di sana untuk berbicara dengan kelompok bersenjata Maute, sehingga membolehkan kami semua untuk menyelamatkan diri,” kata Arnold, salah seorang dari lima yang berhasil lolos, seperti dikutip Manila Bulletin, Selasa (13/6). “Namun, sayangnya pengusaha itu ditangkap (militan Maute).”

Sebelum diselamatkan anggota Peace Corridor, kelima pekerja ini mesti menyeberangi sungai Agos untuk menyingkir dari Kota Marawi. Kini, mereka telah berada dalam keamanan dan perawatan Peace Corridor.

Presiden Filipina, Rodrigo "Rody" Roa Duterte telah menyetujui pembentukan Peace Corridor. Lembaga ini terbentuk pun atas kerja sama pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Moro Islam (MILF).