Selasa , 16 May 2017, 08:24 WIB

AS: Suriah Bangun Pembakaran Mayat untuk Tutupi Pembunuhan Massal

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Teguh Firmansyah
ABC
Penjara Saydnaya di Suriah.
Penjara Saydnaya di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat menuduh rezim Suriah membangun sebuah krematorium untuk menutupi pembunuhan massal para tahanan di penjara militer di luar kota Damaskus.

Departemen Luar Negeri mendistribusikan foto sebuah bangunan besar yang disebut digunakan untuk pembakaran mayat berskala besar di penjara militer Saydnaya. Penjara tersebut berjarak 45 menit dari ibu kota Suriah, Damaskus. Di penjara tersebut disebutkan dilaksanakan eksekusi massal terhadap 50 tahanan setiap hari.

"Kami yakin sebuah krematorium adalah upaya untuk menutupi pembunuhan massal yang terjadi di penjara Saydnaya," kata Diplomat Tingkat Tinggi AS untuk Timur Tengah Stuart Jones seperti dilansir Guardian, Senin, (15/5).

Jones mendistribusikan citra satelit Penjara Saydnaya, memberi label pada struktur yang menurut AS adalah krematorium baru.  Pada Februari, Amnesty International menerbitkan sebuah laporan rahasia hukuman gantung massal dan pemusnahan massal di Saydnaya.

Laporan tersebut mengatakan, sebanyak 13 ribu orang telah digantung dalam lima tahun pertama perang yang digambarkan seperti rumah jagal manusia. Rezim Bashar al Assad  diperkirakan telah menahan lebih dari 100 ribu orang di penjara dan di berbagai tempat penahanan di seluruh negeri.
 
Di tempat penahanan itu dilakukan berbagai penyiksaan dan eksekusi. Hal ini dilaporkan biasa terjadi.  Bashar al-Assad menolak laporan Amnesti International. Ia menyebut laporan Amnesti Internasional berita palsu. "Kamu bisa memalsukan apapun akhir-akhir ini, "kata Assad.

Baca juga, AS Serang Suriah, 59 Misil Ditembakkan.