Jumat , 12 Mei 2017, 13:25 WIB

WHO Tingkatkan Upaya Tanggulangi Lonjakan Kolera di Yaman

Red: Agus Yulianto
AP
Pasien wabah kolera ditampung di tenda darurat (Ilustrasi)
Pasien wabah kolera ditampung di tenda darurat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  NEW YORK -- Wabah kolera melanda Yaman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitranya meningkatkan upaya untuk mengatasi lonjakan penularan kolera di beberapa bagian Yaman yang menewaskan 51 orang,

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan,kasus dugaan kolera berjumlah 2.301, dengan 58 di antaranya telah dikonfirmasi oleh pemeriksaan laboratorium. "WHO dengan cepat membagikan pasokan medis dan obat, termasuk perangkat pemeriksaan kolera, cairan dehidrasi oral dan cairan infus, serta perangkat medis dan perlengkapan buat perawatan kolera," kata Dujarric, sebagaimana dikutip Xinhua.

"Sepuluh pusat baru perawatan akan didirikan di daerah yang terkena dampak," katanya. WHO juga menunjang lembaga kesehatan untuk mendirikan sudut terapi rehidrasi guna mengobati orang yang menderita dehidrasi ringan dan sedang akibat kolera.

Pendekatan itu, kata dia, yang diawali dengan 10 sudut terapi rehidrasi oral di Ibu Kota Yaman, Sana'a dan akan diperbanyak di seluruh daerah terpengaruh. Sebanyak 69 kasus baru kolera dicatat di satu rumah sakit pemerintah di Sana'a pada awal Mei.

Pada Oktober lalu, WHO melaporkan 51 kasus kolera yang dikonfirmasi dari sembilan gubernuran di Yaman, dan ada lebih dari 1.180 kasus dugaan. Padahal, sebanyak 7,6 juta warga Yaman tinggal di daerah yang terpengaruh di negara yang dirongrong konflik tersebut, yang sistem kesehatannya telah ambruk akibat perang saudara yang berkelanjutan.

Negara Arab itu, yang berada di ujung selatan Jazirah Arab, terjerumus ke dalam perang saudara dua tahun lalu, sehingga lebih dari 10 ribu orang --separuh dari mereka warga sipil-- tewas, dan lebih dari dua juta orang kehilangan tempat tinggal.

Sumber : Antara/ Reuters/Pierre Albouy