Rabu , 10 May 2017, 13:18 WIB

34 Orang Tewas Akibat Serangan Kolera di Yaman

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Winda Destiana Putri
EPA/Orlando Barria
Penderita penyakit kolera (ilustrasi)
Penderita penyakit kolera (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Selasa (9/5), mengatakan 34 orang telah meninggal dan lebih dari dua ribu lainnya sakit karena penyakit kolera di Yaman. Mereka tewas dan terpapar dalam waktu kurang dari dua pekan.

"Ada 34 kematian terkait kolera dan 2022 kasus diare akut di sembilan kota, termasuk Sanaa, selama periode 27 April hingga 7 Mei," kata seorang pejabat WHO seperti dilaporkan laman Al Araby, Rabu (10/5).

Ini merupakan gelombang kematian kedua akibat kolera yang melanda Yaman. Salah satu penyebab dari merebaknya penyakit ini adalah konflik yang juga sedang terjadi di Yaman.

Sejak dua tahun terkahir, perang antara pemberontak Houthi dan pasukan pemerintah yang dibantu Arab Saudi telah menempatkan rakyat Yaman dalam penderitaan. Perang telah mengakibatkan fasilitas medis dan rumah sakit di negara tersebut porak-poranda. Jutaan orang di seluruh daerah Yaman juga harus berjuang untuk mendapatkan makanan dan air bersih.

PBB telah menyatakan Yaman sebagai krisis kemanusian terbesar di dunia. Diperkirakan sekitar 100 ribu orang telah tewas dalam peperangan dan tiga juta lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga.

WHO juga telah mengklasifikasikan Yaman sebagai salah satu negara yang menghadapi keadaan darurat kemanusiaan terburuk selain Suriah, Sudan Selatan, Nigeria, dan Irak.