Rabu , 19 April 2017, 15:06 WIB

Pence Sebut Korut Ancaman Paling Berbahaya di Asia Pasifik

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah
reuters
Citra satelit yang menunjukkan lokasi reaktor nuklir Korea Utara (Korut) Yongbyon.
Citra satelit yang menunjukkan lokasi reaktor nuklir Korea Utara (Korut) Yongbyon.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike menyatakan AS akan melawan setiap serangan Korea Utara (Korut) dengan respons luar biasa dan efektif. Hal itu disampaikannya ketika memberikan pidato di kapal induk USS Ronald Reagan yang tengah berlabuh di Yokusuka, Jepang, Rabu (19/4).

Di hadapan personel militer AS dan Jepang, Pence mengatakan Korut yang sedang mengembangkan rudal nuklir adalah ancaman bagi perdamaian di Asia Pasifik. "Korut adalah ancaman paling berbahaya dan mendesak untuk perdamaian dan keamanan di Asia Pasifik," katanya seperti dilaporkan laman Aljazirah.

Setelah berkunjung ke Korea Selatan, Pence memang melanjutkan perjalanan Asianya ke Jepang. Selain membahas kerja sama bilateral dalam bidang ekonomi, kedatangannya ke Jepang juga untuk meyakinkan sekutunya itu bahwa Korut merupakan ancaman bagi perdamaian.

Dalam pidatonya di kapal induk USS Ronald Reagan, Pence juga mengatakan AS akan merespons setiap ancaman atau serangan yang dilakukan Korut. "Kita akan melawan setiap serangan dengan respon luar biasa dan efektif," ujarnya.

Baca: Pakar AS Terkejut yang Mereka Lihat di Lokasi Uji Nuklir Korut

Dalam sebuah kesempatan wawancara, Wakil Menteri Luar Negeri Korut Sin Hong-chol mengatakan waktu untuk mendikte pemerintahannya melalui ancaman militer yang dilakukan AS mungkin telah berlalu. "Jika para pengusaha yang berkuasa di AS menganggap kami terintimidasi dengan setiap ancaman militer atau sanksi, seperti yang pernah dilakukan pemerintahan (Barack) Obama dan gagal, mereka akan mengetahui ancaman tersebut tak berguna," kata Sin Hong-chol.

Ia menegaskan bila Korut melihat adanya tanda-tanda serangan dan agresi militer dari AS atau sekutunya, pemerintahnya juga akan segera bertindak. "Tentara kita siap meluncurkan serangan militer tanpa ampun terhadap AS di mana pun mereka berada," katanya.

Kondisi di Semenanjung Korea semakin memanas ketika Korut kembali melakukan uji coba rudal beberapa hari lalu. AS menilai uji coba itu sebagai provokasi dan siap melakukan serangan militer bila diperlukan. Korut menyambut ancaman AS dengan ancaman pula. Korut mengaku siap perang habis-habisan bila AS berani melancarkan aksi militer yang bertujuan menghentikan program rudal nuklir mereka.