Rabu , 19 April 2017, 14:59 WIB

Pakar AS Terkejut yang Mereka Lihat di Lokasi Uji Nuklir Korut

Red: Ani Nursalikah
AP/Kim Ju-Sung
Seorang marinir Korea Selatan menyaksikan laporan mengenai uji coba nuklir Korea Utara melalui layar kaca di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan pada 2016.
Seorang marinir Korea Selatan menyaksikan laporan mengenai uji coba nuklir Korea Utara melalui layar kaca di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan pada 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pakar-pakar dari Amerika Serikat yang sebelumnya meramalkan uji coba nuklir Korea Utara pada Selasa (18/4) merasa terkejut ketika mereka melihat gambar satelit terbaru dari situs uji nuklir negara itu dan melihat permainan bola voli yang sedang berlangsung.

Dengan meningkatnya ketegangan antara Pyongyang dan Washington, analis berpikir mereka akan melihat kegiatan persiapan untuk peledakan bawah tanah di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri dan tidak menyangka fakta yang ditampilkan dalam foto yang diambil pada Ahad oleh satelit komersial itu.

"Kami melihat di tiga lokasi fasilitas itu, yaitu dalam wilayah kendali utama, area pendukung, pusat komando dan barak penjaga di dekatnya, mereka sedang bermain voli," kata Joe Bermudez, seorang ahli dari 38 North, sebuah proyek pemantauan Korea Utara independen yang berbasis di Washington.

Bermudez menawarkan dua penjelasan yang mungkin, yaitu situs uji coba bisa diubah ke mode siaga atau permainan dimaksudkan untuk membingungkan pengamat mengingat Korea Utara tahu Punggye-ri berada di bawah pengamatan berkelanjutan.

Korea Utara telah melakukan serangkaian peluncuran rudal balistik dalam beberapa bulan terakhir yang menyalahi sanksi PBB dan kekhawatiran telah berkembang bahwa Korea Utara bisa segera melakukan uji coba nuklir keenam setelah melaksanakan dua kali pada tahun lalu.

Para pejabat Korea Selatan dan AS serta 38 North telah mengatakan berminggu-minggu lalu bahwa Korea Utara mampu menguji bom setiap saat dan spekulasi pun merebak hal itu bisa bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-105 dari pendiri Korea Utara Kim Il-sung pada Sabtu lalu.

Kekhawatiran konfrontasi militer memuncak pekan lalu setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan provokasi lanjutan yang dilakukan Korea Utara dan media pemerintah Korea Utara merespons dengan memberikan jawaban akan membalasa agresi AS dengan serangan nuklir.

Bermudez mengatakan gambar yang diambil pada Ahad dari lokasi Punggye-ri menunjukkan indikasi beberapa kereta pembuangan tambang berjumlah kecil yang bermakna ada pekerjaan dalam terowongan, tetapi tidak ada pemompaan air dari sistem terowongan yang digunakan untuk pengujian nuklir.

Sumber : Antara