Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Tunisia Panggil Dubes Inggris Protes Pembatasan Elektronik dalam Penerbangan

Sabtu 25 March 2017 16:30 WIB

Red: Ani Nursalikah

Penumpang melewati sederetan toko dan restoran di Bandara Heathrow, Inggris.

Penumpang melewati sederetan toko dan restoran di Bandara Heathrow, Inggris.

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Pemerintah Tunisia memanggil duta besar Inggris untuk menyampaikan protes terhadap keputusan mereka yang membatasi barang bawaan elektronik dalam penerbangan dari Tunisia, Kementerian Luar Negeri mengatakan pada Jumat (24/3).

Inggris telah mengumumkan pada Sabtu (25/3), mereka melarang penumpang membawa beberapa telepon genggam, laptop dan tablet di dalam penerbangan yang berasal dari enam negara di Timur Tengah termasuk Tunisia. Kementerian Luar Negeri Tunisia mengatakan dalam sebuah pernyataan, keputusan Inggris itu tidak tepat dan tidak mencerminkan situasi keamanan yang sebenarnya di Tunisia.

"Tunisia terkejut dengan keputusan ini, yang diambil tanpa konsultasi dengan pihak berwenang Tunisia atau menginformasikan mereka terlebih dahulu," kata pernyataan itu.

Tunisia tengah berusaha melawan ancaman dari kelompok militan ISIS setelah terjadinya tiga serangan besar yang diklaim oleh ISIS di 2015, termasuk dua serangan yang mengincar target wisatawan asing.

Amerika Serikat memberlakukan larangan serupa dalam penerbangan pesawat yang berasal dari sepuluh bandara di negara-negara mayoritas Muslim Timur Tengah dan Afrika Utara untuk menanggapi adanya ancaman keamanan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Aturan pembatasan yang dibuat oleh AS ini tidak memasukkan Tunisia di dalam daftar larangannya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB