Kamis , 28 Januari 2016, 07:48 WIB

Korut akan Uji Coba Rudal Jarak Jauh

Rep: Lintar Satria/ Red: Winda Destiana Putri
wikipedia
Rudal/ilustrasi
Rudal/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Korea Utara sedang mempersiapkan peluncuran rudal  jarak jauh.

Kantor berita Kyodo mengutip pejabat pemerintah Jepang, yang mengatakan bahwa analisis citra satelit telah mengungkapkan tanda-tanda kemungkinan persiapan untuk peluncuran rudal tersebut.

Pada 6 Januari lalu Pyongyang berhasil menguji bom hidrogen bawah tanah sebagai uji coba nuklir keempat mereka. Karena kecaman internasional, Korea Utara mengatakan tes telah dilakukan tidak untuk 'mengancam' siapa pun atau untuk 'memprovokasi' dengan tujuan tertentu, seperti yang dilansir dari Russian Today, Kamis (28/1).

Namun, kemudian Korea Utara mengklaim bom hidrogen itu mampu memusnahkan seluruh wilayah AS sekaligus.

Pada tanggal 16 Januari, Pyongyang mengeluarkan pernyataan lain menangani Amerika Serikat. Korea Utara meminta Amerika untuk menghentikan latihan perang bersama Korea Selatan bila negeri Paman Sam tersebut ingin Korea Utara menghentikan pengujian nuklir.

Korea Utara telah berulang kali menekankan perlunya pengembangan senjata nuklir untuk mencegah invasi dan campur tangan AS dalam urusan Korea Utara.

Pada bulan Agustus 2015, Korea Utara memperingatkan AS bahwa mereka akan "merespon" jika Washington tidak membatalkan latihan militer dengan Seoul.

Amerika Serikat tidak berniat menghentikan latihan dan tetap mempertahankan komitmennya dengan Korea Selatan. Hal ini terbukti Amerika mengerahkan B-52 bomber dalam penerbangan ketinggian rendah di Korea Selatan setelah empat hari Korea Utara menguji bom hidrogen mereka.

Sementara itu meskipun perbedaan pendapat, baik di Amerika Serikat dan Cina menunjukkan solidaritas ketika membahas resolusi baru yang kuat terhadap Korea Utara.

Namun, walaupun mengutuk uji coba bom hidrogen 6 Januari lalu, Cina yang bersekutu dengan Korea Utara mengatakan tidak akan mendukung sanksi terhadap Korea Utara.