Rabu, 12 Maret 2014, 21:20 WIB

Malaysia: Jangan Khawatir 12 Negara Bantu Pencarian Pesawat MAS

Red: Agung Sasongko
EPA/Andy Rain
Malaysia Airlines
Malaysia Airlines

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein menjelaskan sebanyak 12 negara sedang ambil bagian dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines dari KLIA tujuan Beijing, China, yang hilang kontak sejak Sabtu (8/3).

"Sebanyak 12 negara turut ambil bagian dalam pencarian pesawat yang hilang kontak tersebut," kata Hishammuddin Hussein di lapangan terbang antarbangsa Kuala Lumpur, Rabu (12/3), saat menjelaskan kepada sejumlah media asing yang hadir dalam keterangan pers hari kelima pencarian pesawat MH370 yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Negara-negara yang terlibat tersebut di antaranya adalah Vietnam, Singapura, Indonesia, China, Amerika Serikat, Australia, Thailand, Filipina, Selandia Baru. Tiga negara terakhir yang ikut terlibat dalam operasi adalah Brunei Darussalam, India dan Jepang.

Disebutkannya, sebanyak 42 kapal laut dan 39 pesawat udara sedang dikerahkan untuk pencarian pesawat MH370. "Ini menunjukkan kami fokus pada pencarian sampai pesawat itu ditemukan," paparnya.

Dijelaskannya, pencarian akan terus dilakukan dengan fokus sampai pesawat tersebut ditemukan. "Kami tetap fokuskan pencarian pesawat hilang tersebut dan pelaksanaannya sampai pesawat ataupun kotak hitam ditemukan," jelasnya.

Selanjutnya Hishammuddin juga menolak penilaian telah terjadi kekisruhan dalam upaya pencarian karena dari waktu ke waktu ada perkembangan situasi yang dilaporkan untuk menjawab spekulasi. Pemerintah Malaysia sudah cukup transparan dan konsisten dalam melaporkan perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan pesawat.

Hishammudin juga membantah tuduhan bahwa kerja sama dengan Vietnam tidak erat. "Kerja sama pemantauan dan upaya pencarian dan penyelamatan sudah sampai pada tahap yang mungkin kita diizinkan masuk. Mereka tidak ada halangan dan memerlukan diplomatic note, yang semalam sudah kami berikan kepada pihak Vietnam," jelasnya.