Minggu, 30 Ramadhan 1435 / 27 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Crimea Akan Segera Jadi Negara Merdeka?

Rabu, 12 Maret 2014, 10:01 WIB
Komentar : 0
wikimedia.org
Khanate Crimea, Dinasti Islam Terkuat di Eropa Timur
Khanate Crimea, Dinasti Islam Terkuat di Eropa Timur

REPUBLIKA.CO.ID, SIMFEROPOL-- Parlemen Crimea, Ukraina berencana mendeklarasikan kemerdekaan sebelum referendum diputuskan pada 17 Maret mendatang. Parlemen mengatakan pada Selasa (11/3) waktu setempat mereka akan melakukannya jika dukungan terus mengalir dari masyarakat dan anggota.

Langkah ini dinilai akan membuat Crimea tidak harus bergabung dengan Rusia, tapi jadi bagian independen. Pengamat politik dari Kiev, Vadim Karasyov mengatakan gerakan parlemen ini adalah pesan kepada barat bahwa tidak harus pembicaraan yang bergulir adalah tentang Crimea bergabung dengan Rusia.

''Mereka bisa muncul jadi negara  yang independen dan sah, sementara Rusia dan barat bernegosiasi,'' kata dia berspekulasi, dilansir dari AP.

Dikutip dari CNN, polisi pro-Rusia menjaga bandara dan stasiun kereta api. Mereka menggunakan lencana 'Republik Otonom Crimea' di lengan seragam mereka. Penerbangan pada Selasa ke wilayah tersebut dari Kiev dibatalkan sementara dari Moskow tetap berjalan seperti biasanya.

Seorang penjaga di stasiun kereta api mengatakan pada CNN, ia dan rekannya sedang menunggu kiriman senjata dari seluruh Ukraina. Crimea akan mengadakan pemungutan suara pada referendum Minggu untuk menentukan status apakah bergabung dengan Rusia atau tidak.

Sementara, Moskow akan berunding pada 21 Maret apakah menerima Crimea atau tidak sebagai bagian dari negara Rusia. Pemerintah Kiev yang didukung oleh barat dan Eropa mengatakan tidak akan mengakui hasil referendum karena dianggap tidak sah dan menyalahi aturan internasional.

Namun, Crimea maupun Rusia tidak memperdulikannya. Dalam pernyataan yang dirilis Selasa malam, federasi Rusia tetap mengakui hasil referendum Crimea.

''Federasi Rusia akan menghormati hasil pemungutan suara dari orang Crimea selama referendum,'' tertulis dalam pernyataan.

Reporter : Lida Puspaningtyas
Redaktur : Bilal Ramadhan
Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa. Celakalah dia...celaka dia. ((HR. Abu Dawud dan Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Tahun Ini, Ekonomi Inggris Jadi yang Terkuat di Antara Anggota G7

Duh, Wakil PBB Batal ke Crimea, Kenapa?

Prancis Tawarkan Bantuan Usut Pesawat Malaysia Yang Hilang