Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rusia Tak Tandatangani Kesepakatan Dengan Ukraina

Sabtu, 22 Februari 2014, 09:41 WIB
Komentar : -1
VOA
Konflik di Ukraina
Konflik di Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW-- Rusia tak menandatangani kesepakatan yang bertujuan mengakhiri krisis politik di Ukraina dengan alasan masalah tertentu mengenai kesepakatan itu masih belum terjawab, kata seorang penengah Rusia, Jumat (21/2).

Setelah berbulan-bulan bentrokan, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dan tiga pemimpin oposisi utama pada Jumat menandatangani kesepakatan mengenai penyelenggaraan pemilihan umum dan pengurangan kekuasaan presiden guna menyelesaikan krisis berdarah di negeri itu. Puluhan orang telah tewas dan ratusan orang lagi cedera dalam kemelut di Ukraina.

Penengah Rusia tersebut Vlamidir Lukin --yang mengakui pembicaraan untuk menyelesaikan krisis di Ukraina telah menghasilkan kemajuan-- mengatakan ada masalah dan Rusia "belum menerima jawaban jelas". Lukin dikirim ke Kiev oleh Presiden Rusiah Vladimir Putin pada Kamis malam (20/2).

"Tak ada penjelasan mengenai semua pihak kepembicaraan tersebut dan siapa yang bertanggung-jawab atas masalah apa," kata Lukin kepada kantor berita Itar-Tass, sekembalinya dari Kiev, Ibu Kota Ukraina.

Atas permintaan Ukraina, Putin pada Kamis larut malam memutuskan untuk mengirim Lukin ke Kiev untuk mengadakan pembicaraan maraton --yang sudah dimulai dengan keikut-sertaan para penengah Uni Eropa pada Kamis pagi.

"Keliru bagi Rusia untuk bergabung dengan Pemerintah Ukraina, oposisi dan wakil Uni Eropa dalam perundingan itu setelah sangat terlambat," kata Lukin kepada media setempat, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu.

"Orang mestinya sudah menyepakati format pembicaraan tersebut sejak awal." Ia menegaskanmasalah pembicaraan antar-pihak yang berperang adalah urusan dalam negeri Kiev, dan Rusia cuma menjadi "saksi".

Redaktur : Bilal Ramadhan
Sumber : Antara/Xinhua-OANA
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Sekilas Cerita Tugas Seorang Ketua MPR RI
 JAKARTA -- Dalam pembukaan Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2014, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Zulkifli Hasan sempat sedikit bercerita tugas ketua MPR...

Berita Lainnya

Sekjen PBB Kutuk Serangan Terhadap Istana Presiden Somalia

Venezuela Jadi Negara Paling Kejam Sepeninggalan Hugo Chavez

Astaghfirullah, Kondisi Pengungsi Dari Afrika Memprihatinkan