Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hakim India Vonis Mati Pelaku Perkosaan

Selasa, 10 September 2013, 19:07 WIB
Komentar : -1
AP
Demonstrasi menentang kejahatan pemerkosaan di India. Angka pemerkosaan di negara itu melonjak 900 persen dalam empat dekade.
Demonstrasi menentang kejahatan pemerkosaan di India. Angka pemerkosaan di negara itu melonjak 900 persen dalam empat dekade.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pengadilan Pidana India menyatakan bersalah terhadap empat tersangka perkosaan seorang mahasiswa di Ibu Kota New Delhi pada Desember 2012.

Hakim Pengadilan, Yogesh Khanna, mengatakan keempat terpidana itu terancam hukuman mati. Hakim mengganjar pasal berlapis terhadap empat tersangka.

''Saya menyatakan keempat terdakwa bersalah. Mereka melakukan kejahatan yang tidak wajar dan keji. Mereka juga pembunuh dan perusak,'' kata Yogesh, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (10/9).

Yogesh menerangkan penetapan status terpidana keempat terdakwa adalah tepat. Meskipun belum akan membacakan vonis sanksi, namun putusan peradilan ini dapat membuat masyarakat tentram.

''Pembacaan vonis akan dibacakan Rabu (11/9),'' kata hakim ini.

Empat pemuda menjadi tersangka perkosaan terhadap seorang mahasiswi di ibu kota pada Desember 2012 lalu. Kasus ini menggemparkan internasional. Bahkan, insiden ini membuat sempat membuat kerusuhan massal di New Delhi.

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Reuters
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Iran Dukung Rencana Rusia Menahan Serangan AS ke Suriah