Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Senjata Kimia Tingkatkan Ketegangan di Suriah

Ahad 25 August 2013 09:27 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Hazliansyah

Dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah

Dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah

Foto: Guardian

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Serangan senjata kimia di Damaskus, Suriah pekan ini meningkatkan ketegangan antara oposisi dan pemerintahan Bashar al-Assad. Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan yang menewaskan ratusan orang pada Rabu lalu.

Senjata kimia yang digunakan untuk menyerang ibukota Damaskus melukai ribuan orang dan 355 orang tewas. Sekitar 3.600 orang menderita gejala keracunan syaraf.

Al-Jazeera, Ahad (25/8), menyatakan ribuan orang memenuhi rumah sakit dalam beberapa jam setelah serangan di wilayah suburban al-ghouta pada Rabu.

Pada Sabtu (24/8), televisi negara mengklaim pasukan keamanan merebut bahan kimia beracun yang diletakkan pasukan oposisi di wilayah Jobar. Namun, tidak ada video atas temuan tersebut.

Sementara itu, Presiden Oposisi Koalisi Nasional Suriah (SNC) meminta pemimpin dunia bertindak.

Ahmad al-Jarba menyatakan pemerintah Suriah bertanggungjawab atas kejahatan tersebut. Dia meminta pemimpin dunia mengintervensi melawan presiden.

Ketegangan di Suriah tersebut diikuti dengan meningkatnya senjata AS di laut Mediterania. Militer AS membawa kapal perang keempat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB