Sunday, 7 Rajab 1436 / 26 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Iran Kecam Rencana Campur Tangan Militer AS di Suriah

Sunday, 25 August 2013, 06:13 WIB
Komentar : 2
Reuters
Oposisi Suriah memasang roket untuk menyerang pasukan pemerintah Bashar al-Assad
Oposisi Suriah memasang roket untuk menyerang pasukan pemerintah Bashar al-Assad

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengecam rencana Amerika Serikat yang akan melakukan intervensi militer terhadap Suriah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan setiap tindakan atau komentar yang provokatif dapat menyulut ketegangan di seluruh wilayah.

"Iran telah mengumumkan beberapa kali bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis Suriah, langkah-langkah dan gerakan provokatif dapat membuat isu-isu regional lebih rumit dan menjadi bahan bakar ketegangan," kata Araqchi setelah Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan negaranya sedang menyelidiki opsi militer terhadap Suriah.

Araqchi mengatakan bahwa permasalahan hanya dapat diselesaikan dengan solusi damai. "Tanpa ada izin internasional untuk campur tangan militer terhadap Suriah," tegas Araqchi.

Dia juga menyatakan harapan terhadap para pejabat Gedung Putih untuk melakukan pendekatan yang bijaksana, dan memperingatkan bahwa langkah-langkah seperti mengirim kapal perang akan gagal menyelesaikan krisis.

Araqchi juga menambahkan, ada bukti yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompok teroris dan pemberontaklah yang menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil Suriah.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/Isna-Oana
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Kriminalisasi dan Monsterisasi Dakwah'
JAKARTA -- Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto mengatakan ada gejala yang sangat mengkhawatirkan, yakni adanya kriminalisasi dan 'monsterisasi' dakwah. Monstersasi...

Berita Lainnya

Ini Reaksi Mahasiswa RI di Mesir Soal Evakuasi