Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Suriah Klaim Temukan Senjata Kimia Beracun Milik Gerilyawan

Senin, 15 Juli 2013, 08:31 WIB
Komentar : 0
AP
Pasukan Pembebasan Suriah (FSA)
Pasukan Pembebasan Suriah (FSA)

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Media resmi Suriah, Ahad (14/7), melaporkan militer Damaskus telah menemukan bahan kimia yang digunakan oleh gerilyawan untuk membuat senjata kimia di satu pabrik di Joubar, pinggiran Ibu Kota Suriah, Damaskus.

"Satu unit Angkatan Bersenjata menemukan pabrik yang membuat dan menyimpan senjata kimia beracun di dalam sarang gerilyawan di daerah itu di sekitar Bundaran Al-Manashir di Joubar," kata kantor berita resmi Suriah SANA.

Dengan mengutip satu sumber resmi, SANA melaporkan militer Suriah telah menyita sejumlah bahan kimia beracun, selain zat klorin di dalam peti kemas, yang sebagiannya buatan luar negeri.

Sumber tersebut menambahkan militer Suriah juga menyita senjata dan puluhan bom mortir yang disiapkan untuk diisi bahan kimia.

''Pemerintah Suriah dan gerilyawan bersenjata telah saling tuduh mengenai penggunaan senjata kimia dalam konflik mematikan di negeri itu,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Wakil tetap Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari, mengumumkan pada 8 Juli Pemerintah Suriah telah mengundang penyelidik senjata kimia PBB dan wakil tinggi PBB urusan perlucutan senjata untuk mengunjungi Damaskus.

Sebelumnya pemerintah Suriah menyatakan telah menemukan senjata kimia yang dikuasai gerilyawan dan cukup untuk menghancurkan seluruh satu negeri. Para pejabat PBB telah menerima undangan dari Pemerintah Suriah pada 11 Juli.

Tak kurang dari 25 orang tewas dan 130 orang lagi cedera pada 19 Maret ketika beberapa pria bersenjata menembakkan satu roket yang diisi bahan kimia di Khan Al-Asal. Demikian kata media setempat.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Xinhua-OANA
Rasulullah SAW melaknat tukang pemberi suap, menerima suap, dan menjadi perantara diantaranya(HR Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

12 Tewas Dibom saat Sedang Shalat