Rabu, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

BPBD: Bencana Banjir Sebagian Besar Akibat Ulah Manusia

Senin, 20 Mei 2013, 12:03 WIB
Komentar : 1
antara
banjir ilustrasi
banjir ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi menyebutkan bencana banjir yang terjadi saat ini di beberapa daerah, khususnya di wilayah selatan, sebagian besar disebabkan ulah manusia.

"Misalnya, adanya penyempitan aliran sungai akibat pembangunan permukiman dan sedimentasi sehingga sungai menjadi dangkal karena kebiasaan warga yang tinggal di aliran sungai itu membuang sampah langsung ke sungai," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi Irwan Fajar, Senin (20/5).

Menurut Irwan, dari pantauan pihaknya di lapangan bencana banjir seperti yang terjadi di Kecamatan Purabaya dan beberapa daerah lainnya dikarenakan adanya penyempitan aliran sungai dan tingginya sedimentasi.

Begitu hujan deras dan datang banjir bandang, kata dia, aliran sungai tidak bisa mengampung debit air dan akhirnya masuk ke permukiman warga.

Walaupun demikian, tidak seluruhnya bencana banjir disebabkan oleh tangan manusia. Misalnya, di Kecamatan Gunungguruh karena adanya banjir kiriman dari daerah lain. Banjir juga bisa disebabkan oleh tidak berfungsinya saluran air dan drainase sehingga jika saat turun hujan air tersebut menggenang dan bisa merendam permukiman warga.

"Untuk kejadian banjir di Kecamatan Cisolok yang merusak 234 rumah, masih dalam penelitian kami. Namun, dilihat di lokasi banjir tersebut bisa dikatakan disebabkan oleh adanya sedimentasi dan penyempitan sungai, tetapi belum diketahui sedimentasi tersebut akibat ulah manusia atau bukan," tambahnya.


Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...

Berita Lainnya

Mursi Tolak Bernegosiasi Dengan Penculik