Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Intelijen Korsel: Tes Rudal Korut Bakal Mundur

Senin, 22 April 2013, 13:50 WIB
Komentar : 1
PressTV
Persenjataan Korea Utara
Persenjataan Korea Utara

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL--Penantian terhadap rencana uji coba peluru kendali Korea Utara, yang membuat Korea Selatan dan Amerika Serikat meningkatkan kewaspadaan selama dua pekan terakhir. Uji coba itu kemungkinan akan molor hingga Juli, kata Kementerian Pertahanan Korsel, Senin (22/4)

Intelijen Korsel mengatakan Korut telah mengerahkan sejumlah rudal balistik dan peluncur rudalnya ke wilayah pantai timur negara tersebut. Pengerahan itu terkait persiapan untuk meluncurkannya di tengah ketegangan yang memanas di Semenanjung Korea.
Korut biasanya melakukan uji coba militer besar-besaran pada tanggal tertentu, sehingga sejumlah pakar memperkirakan pengetesan tersebut akan dilaksanakan pada 15 April -- tanggal kelahiran pendiri Korut Kim Il-Sung.
Juru bicara Kemenhan Korsel, Kim Min-Seok, mengatakan ada tiga kemungkinan lagi yaitu 25 April (HUT Tentara Rakyat Korut) dan 30 April (hari terakhir latihan militer bersama yang digelar AS dan Korsel).
Salah satu kemungkinan lainnya adalah pada 27 Juli, yang bertepatan tanggal peringatan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea 1950-1953.
"Tiga tanggal itu merupakan kemungkinan-kemungkinan tetapi tidak ada yang bisa memprediksi langkah Korut," katanya.
Uji coba rudal yang dimaksud tersebut diperkirakan melibatkan Rudal Musudan, yang memiliki jarak tempuh 2.500 - 4.500 kilometer. Dengan jangkauan itu, Korut dapat menjangkau seluruh wilayah Korea Selatan dan Jepang serta pangkalan militer AS di Pasifik di Guam.
Presiden AS Barack Obama pada awal April meragukan kemampuan rudal Korut tersebut. Ia mengatakan bahwa ia tidak yakin Pyongyang memiliki rudal yang dapat membawa satu hulu ledak nuklir
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : ANTARA
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...

Berita Lainnya

Penyintas Gempa Cina Butuh Bantuan Air Minum