Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Boko Haram Minta Tukaran Tahanan

Jumat, 22 Maret 2013, 10:09 WIB
Komentar : 0
REUTERS/AFOLABI SOTUNDE
Serangan bom di Nigeria yang diklaim dilakukan kelompok Boko Haram

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Keluarga Prancis yang disandera takkan dibebaskan jika anggota Boko Haram masih ditahan. Demikian kata kelompok gerilyawan Nigeria itu, Kamis (21/3), dalam rekaman video yang diudarakan di saluran TV Prancis iTELE.

"Kami bangga untuk mengatakan kami menahan tujuh sandera Prancis," kata seorang pria yang memegang senjata di dalam video tersebut dan mengaku sebagai Abubakar Shekau, pemimpin kelompok Boko Haram.

"Kami menahan mereka sebab Pemerintah Nigeria dan Kamerun telah menangkap anggota keluarga kami dan bertindak kasar pada mereka,'' kata Shekau. ''Kami tak mengetahui apa pun mengenai kondisi mereka di dalam tahanan.''

Lelaki bersenjata yang membacakan pernyataan di video itu memperingatkan kekerasan takkan berhasil membebaskan para sandera Prancis tersebut. Boko Haram menyatakan siap mempertahankan diri.

''Rekaman video tersebut disiarkan cuma tiga hari setelah dikeluarkannya video lain,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara.

Di dalam rekaman video itu, ayah keluarga Prancis yang diculik itu berbicara mengenai kehidupan mereka yang berat setelah ditahan oleh kelompok gerilyawan tersebut. Ayah itu menuntut pembebasan anggota gerilyawan yang ditahan agar keluarganya mendapat kesempatan bebas.

Bersama empat anaknya --usia lima sampai 12 tahun-- dan tiga orang dewasa, keluarga Prancis tersebut diculik oleh orang yang diduga sebagai anggota Boko Haram pada 19 Februari. Mereka diculik di Dabanga, Kamerun utara, di satu jalan di sepanjang perbatasan Nigeria.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Xinhua-OANA
780 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Twitter BBC Diretas Pengikut Assad