Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Twitter BBC Diretas Pengikut Assad

Jumat, 22 Maret 2013, 09:42 WIB
Komentar : 0
PC World
Peretasan. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akun Twitter milik BBC weather service, Kamis (21/3), diacak-acak peretas yang menjadi tentara elektronik Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Sebelumnya mereka diduga meretas laman Facebook Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Peretas tersebut sering menargetkan laman dan akun Twitter watchdog organization Human Right Watch dan kantor berita Prancis, France 24 untuk disusupi.

Akun Twitter BBC Weather mengicau sesuatu yang tidak biasa pada kemarin sore. Di antaranya mulai dari candaan yang menghina dan sering membuat referensi ke Suriah dan politik Timur Tengah. "Long Live #Syria Al-Assad#SEA," salah satu kicauan akun Twitter BBC Weather.

Tentara Elektronik Suriah mengaku telah meretas akun serta melakukan penyusupan lainnya. "@BBCarabicOnline & @BBCWeather &BBCradioulster telah diretas Tentara Elektronik Suriah," kicau grup tersebut di akunnya.

Namun, kicauan peretas itu langsung dihapus oleh admin Twitter BBC Weather dan diganti dengan permintaan maaf kepada follower. Akun BBC Radio Ulster yang menjangkau bagian dari timur Irlandia juga memosting permintaan maaf atas ketidaknormalan yang terjadi pada kicauan mereka.

Reporter : Aldian Wahyu Ramadhan
Redaktur : Karta Raharja Ucu
791 reads
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Peretas Surel George Bush Kembali Menyerang