Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemberontak Kurdi Lolos dari Tiang Gantung

Jumat, 22 Maret 2013, 08:18 WIB
Komentar : 0
Blogspot.com
Gantung diri (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pemberontak Kurdi  Abdullah Ocalan yang diasingkan ke penjara di pulaunya 14 tahun yang lalu, lolos dari tiang gantungan.

Bertahan dari masa penahanan yang panjang, ia sekarang menjadi contoh berani bagi banyak warga Turki dan beberapa pejuang Kurdi.

Ocalan, lama dicerca di media Turki sebagai 'raksasa', memerintahkan para pejuangnya pada hari Kamis (21/3) untuk mundur ke pegunungan di Irak utara dan berhenti berjuang.

Sikap Ocalan disebut sebagai transformasi yang luar biasa. Dia sebelumnya ditangkap oleh psukan khusus Turki di Kenya pada tahun 1999. Sebulan kemudian, Ocalan duduk ia di sebuah kotak kaca tahan peluru di pengadilan.

"Jika izin diberikan, saya katakan saya bisa membawa semua manusia (pejuang) turun dari pegunungan dalam waktu tiga bulan," katanya kepada pengadilan. "Saya mungkin tidak layak sepeser pun, tetapi mereka mengatakan 5.000 pelaku bom bunuh diri yang siap mati untuk saya."

Masih ada ketegangan nasionalis yang kuat di Turki yang menolak kesepakatan apa pun dengan tawanan Imrali. Erdogan - seperti Ocalan- mengejar kelompok yang diklasifikasikan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat serta Turki sebagai teroris.

"Raksasa itu, pembunuh 40.000 orang, telah hampir mencapai titik di mana ia berjalan Turki di dengan pembicaraan omong kosong perdamaian dan penyelesaian," kata Pemimpin Partai Gerakan Nasionalis Devlet Bahceli pada akhir pekan.

 

Reporter : Ilhami Rizqi Ashya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Reuters
674 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Spanyol Tolak Deportasi Buron Mesir

Prajurit Perbatasan India Tewas Dalam Serangan di Khasmir

PM Turki Sambut Positif Seruan Pemimpin PKK