Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

PM Turki Sambut Positif Seruan Pemimpin PKK

Jumat, 22 Maret 2013, 07:40 WIB
Komentar : 0
AP Photo
Recep Tayyip Erdogan.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Seruan pemimpin organisasi terlarang Partai Pekerja Kurdishtan (PKK), Abdullah Ocalan, guna mengakhiri pertempuran adalah langkah positif. Demikian kata Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, Kamis (21/3) waktu setempat.

Erdogan, yang sedang mengunjungi Belanda, mengatakan kepada wartawan bahwa hal yang penting ialah praktek di lapangan. ''Segera setelah proses perdamaian dilaksanakan, suasana di Turki dan wilayah tersebut akan berubah,'' kata Perdana Menteri Turki itu.

''Jika tak ada lagi kegiatan bersenjata dari anggota PKK, pasukan keamanan Turki takkan melakukan operasi militer,'' kata Erdogan sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Pada Kamis pagi, Ocalan yang dipenjarakan itu menyeru anggota bersenjata organisasinya agar meninggalkan wilayah Turki. Seruannya mendorong harapan bagi berakhirnya pemberontakan tiga-dasawarsa organisasi Kurdi tersebut.

"Sudah tiba waktunya bagi anasir bersenjata untuk pindah ke luar perbatasan (Turki)," kata Ocalan dalam surat yang dibacakan oleh anggota parlemen pro-Kurdi dari Partai Perdamaian dan Demokrasi (BDP), Pervin Buldan dan Sirry Sureyya Onder, selama perayaan festival musim semi Newroz di Kota Diyarbakir yang kebanyakan warganya adalah orang Kurdi.

PKK, yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki dan beberapa negara lain, mengangkat senjata pada 1984 dalam upaya mendirikan negara suku di Turki tenggara. Sejak itu, sebanyak 40.000 orang telah tewas dalam konflik yang melibatkan kelompok tersebut.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Xinhua-OANA
735 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Lagi, Pesawat Tanpa Awak AS Bunuh Empat Orang di Pakistan

Dua Helikopter Tabrakan di Udara, Seorang Tewas, Empat Cedera