Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Obama: Palestina Layak Merdeka dan Berdaulat

Jumat, 22 Maret 2013, 05:11 WIB
Komentar : 0
AP Photo/Charles Dharapak
Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, pendudukan Israel di Tepi Barat harus diakhiri. Dia menambahkan bahwa rakyat Palestina layak atas sebuah negara merdeka dan berdaulat. Obama juga mengatakan dia "sangat berkomitmen" untuk menciptakan sebuah negara Palestina dan hal itu tetap menjadi prioritas pemerintahannya, seperti dilaporkan Press TV.

"Palestina pantas memiliki sebuah negara berdaulat. AS sangat berkomitmen untuk masalah itu sehingga sebuah negara merdeka Palestina terbentuk," kata Obama pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Kepala Otorita Palestina Mahmud Abbas di Ramallah. "Rakyat Palestina layak memiliki harapan dan menuntuk hak-hak mereka," tegas Obama.

Presiden AS menggambarkan solusi dua negara sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri dekade panjang konflik Israel-Palestina. Dia juga mengkritik perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina pendudukan, dan menggambarkannya sebagai hambatan bagi apa yang disebut perundingan damai.

Komentar itu muncul sehari setelah ia bersumpah untuk memberikan dukungan tak tergoyahkan kepada Israel dan menyatakan bahwa aliansi antara Washington dan Tel Aviv adalah abadi.

Warga Palestina telah mengadakan protes menentang kunjungan Obama ke Tepi Barat selama beberapa hari terakhir. Para demonstran mengatakan, Presiden AS tidak berbuat cukup untuk menghentikan kegiatan pemukiman Israel dan penangkapan sewenang-wenang warga Palestina oleh tentara Zionis.

Redaktur : Endah Hapsari
6.126 reads
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Masjid Ini Meledak, Puluhan Orang Tewas