Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Julia Gillard Kembali Pimpin Partai Buruh

Kamis, 21 Maret 2013, 23:38 WIB
Komentar : 0
PM Australia, Julia Gillard.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard kembali dipilih menjadi pemimpin Partai Buruh dalam voting pemilihan, Kamis (21/3). Dia berhasil mengalahkan rivalnya Kevin Rudd.

Pemilihan itu sebelumnya dituntut petinggi sekaligus mantan pemimpin Partai Buruh, Simon Crean untuk mengakhiri perpecahan partai. Menurut Crean, perpecahan itu dapat membunuh partai. Crean telah meminta Rudd untuk melawan Gillard.

"Saya tidak ingin permainan lagi. Sudah waktunya dia (Rudd) bangkit dan benar-benar memiliki keberanian dan keyakinan," kata Crean seperti dikutip dari ABC.net.au, Kamis (21/3).

Tapi ternyata Gillard dipilih kembali menjadi ketua partai. Dia terpilih bersama dengan wakil partai Buruh, Wayne Swan. Ia mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya atas dukungan.

Gillard menerima dengan kerendahan hati dan tekad. "Hari ini kepemimpinan partai politik kita, Partai Buruh, telah diselesaikan dengan model yang paling meyakinkan," kata Gillard seperti dikutip dari The Australian, Kamis (21/3).

Pada hari yang sama, Rudd mengakui tidak mendapat mendapat suara yang banyak untuk memenangkan pemilihan itu. Namun Gillard akan menghadapi tantangan untuk menyatukan internal partai yang terpecah.

Belum lagi, hasil jajak pendapat yang menunjukkan pemerintahnya akan mudah dikalahkan dalam pemilihan umum. Partai Buruh kali ini menunjukkan perpecahan di internal partai. "Saya pikir mereka terjepit. Tidak ada jalan keluar dari hal ini," kata analis politik, Nick Economou.

Ia menambahkan ketegangan di kepemimpinan partai memperkuat persepsi oposisi konservatif dengan mudah akan memenangkan pemilihan umum (pemilu).

Gillard yang merupakan PM Australia wanita pertama, menggantikan Rudd dalam kudeta partai pada Juni 2010 lalu. Digulingkannya Rudd membuat banyak pemilih dan simpatisan Rudd marah dan belum memaafkan Gillard karena caranya untuk menjadi pemimpin.

Gillard kembali mengalahkan Rudd untuk kedua kalinya dalam pemungutan suara pada Februari 2012. Gillard juga mendorong Rudd agar berjanji tidak akan menantangnya dan hanya akan mencalonkan kepemimpinan dengan dukungan penuh dari partainya.

Reporter : Rr. Laeny Sulistyawati
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Reuters
570 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Cina Tegaskan Kedaulatan Wilayahnya