Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

WHO: Kematian Akibat TB Turun 40 Persen

Jumat, 22 Maret 2013, 02:09 WIB
Komentar : 0
Tuberkulosis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan PBB Urusan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terjadi penurunan jumlah kematian akibat Tuberkulosis (TB) di kawasan Asia Tenggara secara signifikan yaitu hingga 40 persen dalam 13 tahun terakhir sejak 1990.

Keberhasilan ini antara lain disebabkan oleh semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap TB, semakin banyak kasus TB yang dapat dideteksi dan semakin banyak orang yang memiliki akses pengobatan yang memadai, kata Regional Director WHO kawasan Asia Tenggara (SEARO) Samlee Plianbangchang dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Kamis (21/3).

Hari TB sedunia diperingati tiap tanggal 24 Maret dan untuk peringatan tahun 2013, WHO SEARO menyerukan kepada negara anggotanya untuk menghentikan TB di Asia Tenggara DAN menghentikan kematian akibat TB, serta menghentikan penularan.

"Untuk sukses mengeliminasi TB, kita harus memberi perhatian kepada penyebab penyebaran penyakit itu di masyarakat seperti kemiskinan, sanitasi lingkungan dan nutrisi," kata Plianbangchang. Selain itu, dia menambahkan, masih diperlukan untuk mengembangkan layanan kesehatan kepada masyarakat dimana deteksi TB dan keberadaan fasilitas kesehatan harus dapat diakses dan terjangkau bagi masyarakat terpencil.

WHO mencatat lebih dari 88 persen pasien TB yang terdeteksi telah berhasil dirawat dengan lima negara memiliki tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi, yaitu Bangladesh (92 persen), Bhutan (90 persen), Republik Korea (90 persen), Indonesia (90 persen) dan Nepal (90 persen).

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
438 reads
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...