Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Demi Jilbab Putri Salikhov

Kamis, 21 Maret 2013, 09:53 WIB
Komentar : 0
onsilam.net
Muslimah Rusia

Oleh Ferry Kisihandi

REPUBLIKA.CO.ID, Hidup keluarga Ali Salikhov mendadak nelangsa. Pejabat lokal Stavropol, wilayah perbatasan Rusia dengan Dagestan, menerapkan larangan berjilbab. Khususnya, untuk lembaga milik pemerintah macam sekolah.

Putrinya yang berjilbab, Raifat, turut mendapatkan imbasnya. Demi mempertahankan jilbab putrinya, Salikhov pun mengirim Raifat ke Dagestan.

Remaja itu tak kuasa menahan air mata karena harus meninggalkan tanah yang dicinta. Sepupu Raifat, Amina (10 tahun) memilih cara lain. Orangtuanya mengundang guru privat ke rumah. Sedangkan adik Amina belajar dengan mandiri. Saban pagi, mereka duduk tenang di kursi dapur untuk belajar mewarnai.

Cobaan bagi Muslim di wilayah pinggiran Rusia ini berasal dari sikap keras seorang guru, Marina Savchenko. Dia menolak mengizinkan siswi berjilbab masuk kelas. 

Tak disangka, sikap kepala batu Marina sepaham dengan pemerintah lokal. Pejabat setempat membuat aturan berseragam yang tak memungkinkan Muslimah menutup aurat. 

Pembatasan ini berdampak pada 10 persen Muslim dari 2,7 juta jiwa yang tinggal di Rusia. Meski begitu, Muslim berupaya melawan. Pada Kamis (21/3) ini, perdebatan soal jilbab pun dibawa ke persidangan.

Desember lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memang menyatakan penolakannya terhadap jilbab."Tak ada hijab dalam kebudayaan kita. Ketika saya katakan kita, maksudnya Islam tradisional,"ujarnya.

Menurutnya, sejumlah sejahrawan Rusia mendukung teori itu. Jadi, tuturnya, tak mungkin bagi Rusia mengadopsi 'tradisi asing' itu.

Di tengah pergolakan, Salikhov tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Dia menegaskan tak akan menyerah dengan larangan pemerintah.

"Jika mereka pikir karena sesuatu yang terjadi pada anak perempuan saya membuat saya akan melupakan agama ini, saya katakan tidak. Agama adalah tujuan hidup saya,"ujarnya, seperti dikutip New York Times.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
17.037 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Obama Perintahkan Penyelidikan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

Kehilangan Satu Ban, Truk Minyak Terguling di Terowongan Sydney

Korea Utara Keluarkan Peringatan Serangan Udara