Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Obama: Di Indonesia, Saya Sering Dipukul karena Kidal

Kamis, 21 Maret 2013, 05:51 WIB
Komentar : 0
AP/Chuck Burton
Presiden AS, Barack Obama.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Bukan rahasia lagi jika Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menulis dengan tangan kiri (kidal). Tapi, Obama mengaku, tidak selalu mudah untuk menjadi seorang kidal, termasuk saat di Indonesia.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memperhatikan gaya menulis khas Obama saat presiden kulit hitam itu menandatangani buku tamu di kediaman Netanyahu di Yerusalem, Rabu (20/3).
 
Obama mengatakan sudah kidal saat dia menghabiskan waktu sebagai anak-anak di Indonesia. Gurunya saat itu mencoba memperbaiki perilakunya dengan memukulnya dengan penggaris sebagai hukuman karena menulis dengan tangan kiri. Pernyataan Obama kemungkinan merujuk saat sekolah di Santo Fransiskus di Jakarta dari tahun 1968 sampai 1970.

‘’Ketika saya masih di Indonesia, menulis dengan tangan kiri dianggap sebagai perilaku buruk,’’ kata Obama seperti dikutip dari Daily Caller, Kamis (21/3). Dia menambahkan, meskipun mendapat tekanan, dia terjebak dengan (kebiasaan) itu.


Reporter : Rr. Laeny Sulistyawati
Redaktur : Fernan Rahadi
18.275 reads
Allah pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: Jadilah. Lalu jadilah ia. (QS.Al-Baqarah [2]:117)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pesawat Pembom Nuklir AS Berkeliaran, Ini Ancaman Korut

Limusin Obama Tiba-tiba Mogok di Israel, Ada Apa?