Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pesawat Pengebom Nuklir AS Berkeliaran, Ini Ancaman Korut

Kamis, 21 Maret 2013, 05:08 WIB
Komentar : 0
USAF
Dua jet tempur F-15 E Eagle bersama pesawat pengebom B-2 dalam formasi udara.

REPUBLIKA.CO.ID, Korea Utara mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya jika Washington terus melakukan pelatihan terbang pesawat pengebom nuklir B-52 di Semenanjung Korea.

Pada hari Senin, juru bicara Pentagon George Little mengatakan, penerbangan itu bagian dari pelatihan gabungan militer AS-Korea Selatan dan sebagai penegasan komitmen Washington untuk membantu Seoul menghadapi serangan utara.

Pyongyang mengecam latihan gabungan militer AS-Korsel dan mengatakan latihan itu merupakan provokasi yang tak dapat diampuni dan latihan untuk invasi, kantor berita KCNA melaporkan.  "AS memperkenalkan serangan nuklir strategis ke Semenanjung Korea pada saat situasi sedang di ambang perang," kata Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan.

Korut bersumpah akan memberi respons militer yang kuat jika pengebom strategis AS kembali terbang di Semenanjung Korea. Perkembangan itu datang pada saat ketegangan meningkat antara Korut dan Korsel bersama dengan sekutu-sekutunya.

Pentagon mengatakan, satu pesawat B-52 dari dan Pangkalan Udara Andersen di Guam, terbang di Korsel pada 8 Maret sebagai bagian dari pelatihan militer bersandi Foal Eagle. "Pengebom B-52 Stratofortress dapat melakukan berbagai misi termasuk membawa senjata-senjata konvensional dan nuklir," kata George Little.

Redaktur : Endah Hapsari
3.326 reads
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Limusin Obama Tiba-tiba Mogok di Israel, Ada Apa?