Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menhan Malaysia: Aktor Nonnegara Ancam Kawasan

Kamis, 21 Maret 2013, 01:40 WIB
Komentar : 0
AP PHOTO
Tentara Malaysia bersiaga di area di mana terjadi konflik bersenjata dengan milisi Filipina, desa Tanduo, Lahad Datu, Sabah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, menyatakan ancaman keamanan kawasan Asia Pasifik saat ini berasal dari aktor nonnegara, seperti teroris dan organisasi para militer.

"Tidak seperti masa lalu, di mana negara adalah satu-satunya aktor yang dominan, kondisi keamanan sekarang sangat dipengaruhi aktor-aktor non negara," kata Ahmad dalam forum Jakarta International Defence Dialogue di Jakarta, Rabu (20/3).

Keamanan di Malaysia sendiri saat ini sedang berada dalam turbulensi setelah aktor nonnegara dari Filipina mengeklaim sejumlah wilayah di Sabah. Namun Ahmad tidak menyebut kondisi di negaranya itu. "Persoalan keamanan paling penting yang akan dihadapi Asia di masa depan bukan merupakan munculnya multipolaritas melainkan pelemahan negara karena munculnya aktor-aktor yang tak terduga," katanya.

Di sisi lain, Ahmad juga mengkhawatirkan dampak prestasi ekonomi negara-negara benua Asia yang dia nilai dapat mengancam kestabilan keamanan kawasan. "Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa setiap keberhasilan ekonomi selalu diikuti dengan belanja pertahanan yang meningkat tajam, hal inilah yang dapat mengancam kestabilan kawasan."

Di tengah krisis ekonomi dunia, negara-negara besar di Asia seperti Cina dan India dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata. Pertumbuhan ekonomi dunia itu kemudian diikuti oleh meningkatnya anggaran militer. Cina dan India juga meningkatkan kemampuan militernya. Dua negara tersebut telah muncul sebagai pemain global yang sangat berpengaruh.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
2.747 reads
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...