Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Cina Ingin Sengketa Asia Pasifik Steril dari Negara Besar

Rabu, 20 Maret 2013, 22:23 WIB
Komentar : 0
USNI.ORG
Kapal Selam Cina berpatroli di perairan Asia Pasifik

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Cina menegaskan segala jenis sengketa wilayah di kawasan Asia Pasifik harus diselesaikan tanpa pengaruh dari negara besar.

"Dengan seumlah ketegangan-ketegangan di Asia Pasifik, negara-negara di kawasan ini harus menghindari konfrontasi bersenjata dalam konteks peningkatan pengaruh dari negara-negara besar," kata Wakil Kepala Staf Umum Pasukan Bersenjata China, Letnan Jendral Qi Jianguo di Jakarta, Rabu (20/3).

Qi tidak menjelaskan lebih lanjut negara-negara besar mana yang dia maksud. Hanya saja pernyataan itu keluar pada saat bersamaan dengan ucapan Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ashton Carter bahwa Washington meningkatkan kehadiran militer di Asia Pasifik untuk menyeimbangkan kembali konstelasi kekuatan di kawasan tersebut.

"Kita harus mencari akar masalah (konflik di Asia Pasifik) secara objektif tanpa memanipulasi dan mengambil keuntungan untuk memenuhi kepentingan nasional suatu negara," kata Qi.

Qi kemudian menegaskan, penyelesaian segala sengketa harus menggunakan prinsip kesetaraan antarnegara, baik itu negara besar maupun negara kecil.

"Jika kita membiarkan negara besar menekan negara lain yang lebih kecil, maka akan muncul monopoli yang kemudian menyebabkan kekacauan dan bencana," kata Qi.

Dia mengakui bahwa masih terjadi bermacam konflik di kawasan Asia Pasifik, di antaranya adalah sengketa wilayah maritim, kedaulatan, serta perang etnis, ideologi, dan agama.

Konflik-konflik tersebut, khususnya sengketa wilayah, menurut Qi harus diselesaikan melalui dialog karena jalan kekerasan hanya akan menyebabkan perang yang berkepanjangan.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
1.091 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

NATO akan Intervensi Militer di Suriah