Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ilmuwan Kian Yakin Ada Kehidupan di Mars, Ini Alasannya

Rabu, 20 Maret 2013, 13:30 WIB
Komentar : 0
Daily Mail
Gambar pegunungan di Mars yang diambil oleh Mastcam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanda-tanda air pernah mengalir di planet Mars kian nyata. Robot milik Nasa yang dikirim ke planet merah tersebut, Curiosity Mars, menemukan bagian dalam batu di Mars berwarna putih.

Bagian dalam berwarna putih merupakan tanda terdapat mineral terhidrasi pada batu. Menurut ilmuwan, mineral terbentuk saat air mengalir melalui batu. Pekan lalu, bubuk yang diambil dari batuan di Mars juga menjadi bukti keberadaan air yang bisa diminum dan kondisi lingkungan yang bisa menyokong kehidupan.

Robot penjelajah juga menemukan mineral air di wilayah sekitar batuan. Kawasan yang sedang dieksplorasi lebih lanjut berada di Kawah Gale (Gale Crater), dekat ekuator Martin yang disebut Yellowknife Bay.

Ilmuwan percaya miliaran tahun lalu air mengalir dari kawah dan membentuk anak sungai yang diperkirakan memiliki kedalaman hingga tiga kaki. Penemuan itu dibuat dengan kamera inframerah milik Curiosity dan instrumen yang menembakkan partikel neutron untuk mencari jejak hidrogen, Mastcam. 

Melissa Rice dari Institut Teknologi California di Pasadena mengatakan dengan Mastcam, terlihat serat berwarna terang yang mengandung mineral terhidrasi yang berbeda dari mineral tanah di sekitar matriks batu. Yellowknife Bay mengandung lebih banyak air dibandingkan kawasan lain di Mars yang dijelajahi Curiosity.

"Lebih banyak air terdeteksi di Yellowknife Bay dibandingkan rute sebelumnya, bahkan temuan di kawasan ini sangat bervariasi," ujar Wakil Investigator Maxim Litvak dari Institut Riset Luar Angkasa di Moskow, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (20/3). 

Pekan lalu, Nasa mengumumkan analisis sampel batu yang dikumpulkan oleh robot penjelajah. Hasilnya, ada temuan unsur kimia kunci yang menunjukkan Mars pernah menyokong kehidupan primitif. Ilmuwan mengidentifikasi kandungan sulfur, nitrogen, hidrogen, oksigen, fosfor dan karbon dalam bubuk sedimen batu yang dibor dekat sungai kuno. Beberapa unsur kimia itu adalah komposisi utama penyokong kehidupan. 

Berdasarkan data, Yellowknife Bay adalah hilir dari anak sungai kuno atau dasar danau yang pernah eksis. Di dasarnya, pernah hidup mikroba. Ilmuwan terkemuka Program Eksplorasi Mars NASA Michael Meyer menambahkan, pertanyaan mendasar dari misi tersebut adalah apakah pernah ada kehidupan di Mars. "Dari apa yang kami ketahui sekarang, jawabannya, iya," katanya. 

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Mansyur Faqih
6.253 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Pustakawan Oxford Dipecat Gara-gara Harlem Shake