Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ban Ki-moon Kecam Pengeboman di Irak

Rabu, 20 Maret 2013, 10:09 WIB
Komentar : 0
afghannews.tv
Martin Nesirky

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Selasa (19/3), mengecam keras serangkaian serangan bom mobil mematikan di Ibu Kota Irak, Baghdad, dan menyampaikan dukungan penuhnya bagi upaya wakil khususnya yang bertugas di sana.

Sekretaris jenderal tersebut mengeluarkan pernyataan itu ketika ia bertemu dengan utusan khususnya untuk Irak, Martin Kobler, di Markas PBB di New York City, kata Juru Bicara Ban, Martin Nesirky, dalam taklimat di Markas PBB. "Sekretaris Jenderal mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan bom hari ini di Baghdad, dan menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga korban," kata Nesirky.

Sebelumnya, Kobler yang juga memimpin Misi Bantuan PBB buat Irak (UNAMI), mengutuk gelombang serangan bom mematikan di Ibu Kota Irak tersebut. Sedikitnya 17 orang tewas dan 64 orang lagi cedera dalam serangkaian pemboman mobil di Baghdad, kata beberapa laporan.

Kerusuhan dan serangan bom berkekuatan besar secara sporadis masin umum terjadi di kota besar Irak kendati ada penurunan dramatis kerusuhan sejak puncaknya pada 2006 dan 2007, ketika negeri itu tenggelam dalam pembunuhan sektarian setelah perang pimpinan AS di Irak.

Selama pertemuan tersebut, demikian laporan Xinhua, Rabu (20/3), Kobler menjelaskan kepada Ban mengenai keputusan Pemerintah Irak untuk menunda pemilihan umum di beberapa provinsi Irak. Kabinet Irak pada Selasa (19/3) memutuskan untuk menunda pemilu provinsi selama maksimal enam bulan akibat memburuknya situasi keamanan.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
572 reads
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Disanksi PBB, Warga Korut Sulit Beli Barang Elektronik Cina

AS: Tak Ada Bukti Oposisi Gunakan Senjata Kimia

PM Oposisi Menolak Berdamai Dengan Assad