Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Disanksi PBB, Warga Korut Sulit Beli Barang Elektronik Cina

Rabu, 20 Maret 2013, 10:06 WIB
Komentar : 0
Reuters
Dua perempuan berjalan di toko dengan tulisan bahasa Korea di dekat Kedutaan Besar Korea Utara di Beijing

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Warga Korea Utara (Korut)  akan kesulitan membawa pulang barang elektronik dari Cina. Ini menyusul sikap PBB yang meningkatkan sanksi bagi Korut karena uji coba nuklir. Namun, sanksi baru PBB tidak secara khusus melarang barang-barang tertentu dikirim ke Korut sebagai bagian dari larangan barang mewah.

Meski pun begitu, sejumlah toko di Beijing menyarankan elite Korut untuk tidak terpengaruh dengan sanksi tersebut.  "Pelanggan dapat memilih peralatan dapur yang besar di sini, kita dapat mengirimkannya langsung ke Korea Utara," ujar seorang pemilik toko bernama Cao di belakang kedutaan Korut di Beijing seperti dilansir Reuters.

Sanksi baru PBB diberlakukan awal bulan ini. Sanksi tersebut membatasi transaksi keuangan dengan Pyongyang. Resolusi PBB juga memberi contoh barang mewah yang tidak bisa diimpor Korut seperti kapal pesiar, mobil balap, mobil mewah, dan beberapa jenis perhiasan. Resolusi yang bertujuan mengekang gaya hidup elite Korut diberlakukan pertama kali pada 2006. Namun tidak memberi contoh jenis barang mewah tersebut. Banyak negara, termasuk Cina, tidak membuat definisi barang mewah. 

"Ini akan sangat sulit untuk menegakkan sanksi bila tidak ada kesepakatan produk apa yang dibatasi," ujar profesor Amerika, George Lopez.

Menurut data bea cukai, Cina telah mengekspor 22,5 juta dolar AS untuk mutiara, batu mulia, dan logam mulia ke Korut tahun lalu. Mereka juga mengekspor 266,9 juta dolar AS peralatan elektronik pada 2012, naik tiga kali lipat dari 2007. 

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Mansyur Faqih
2.699 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2[:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

AS: Tak Ada Bukti Oposisi Gunakan Senjata Kimia

PM Oposisi Menolak Berdamai Dengan Assad

Dua Drone Israel Langgar Wilayah Udara Lebanon