Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Parlemen Siprus Tolak Pajak Deposito

Rabu, 20 Maret 2013, 09:58 WIB
Komentar : 0
Reuters
Demonstran anti-bailout mengacungkan tangannya setelah parlemen menolak pengenaan pajak terhadap deposito

REPUBLIKA.CO.ID, NICOSIA -- Parlemen siprus menolak kebijakan kontroversial pungutan dari deposito bank. Kebijakan itu diusulkan sebagai bagian dari paket bailout Uni Eropa sebesar 10 miliar Euro. Tidak ada satu pun anggota parlemen yang mendukung kebijakan tersebut. Sebanyak 39 suara menolak dan 19 suara abstain. 

Menteri Keuangan setempat memodifikasi paket tersebut dan mengusulkan pengecualian bagi nasabah dengan deposito kecil. Tetapi, ditentang pihak oposisi. Rencana tersebut juga ditentang warga Siprus. Ribuan demonstan memenuhi jalan-jalan di luar parlemen. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Uni Eropa memperingatkan dua bank terbesar di Siprus akan kolaps jika tidak ada kesepakatan bailout. Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schauble mengaku menyesal dengan jajak pendapat tersebut. Dia mengatakan warga Siprus seharusnya paham mereka tergantung dengan program reformasi Bank Sentral Eropa.

"Ada bahaya mereka tidak akan bisa membuka bank lagi. Dua bank besar akan bangkrut jika tidak ada dana darurat dari Bank Sentral Eropa, " ujarnya dilansir BBC

Kebijakan bailout diambil pada Sabtu lalu dengan pajak bagi nasabah mencapai 6,75 persen. Kementrian Keuangan Siprus mengumumkan perubahan rencana dengan membebaskan nasabang yang menabung kurang dari 20 ribu Euro dari pajak. Sementara mereka yang memiliki tabungan lebih dari 100 ribu Euro akan dikenakan pajak 9,9 persen. Namun, kebijakan baru tersebut tidak cukup meredam kritik. 

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Mansyur Faqih
465 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Istri PM Israel Heboh Jelang Kedatangan Obama

Oposisi Suriah Diduga Gunakan Senjata Kimia

Suriah: Internasional Tanggung Jawab Atas Serangan Kimia Gerilyawan