Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Oposisi Suriah Diduga Gunakan Senjata Kimia

Rabu, 20 Maret 2013, 09:44 WIB
Komentar : 0
Reuters
Penduduk Suriah mencoba memadamkan api bekas pertempuran tentara dengan oposisi di Damaskus

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia menyampaikan keprihatinan mengenai penggunaan senjata kimia oleh pasukan oposisi Suriah. Rusia menyampaikan hal ini, Selasa (19/3) atas informasi dari Damaskus.

"Informasi menunjukkan penggunaan senjata kimia oleh oposisi bersenjata dicatat di Provinsi Aleppo pada 19 Maret pagi," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan daring yang dilansir Xinhua, Rabu (20/3). Kementerian itu merujuk satu ledakan diduga bom amunisi gas perang yang menewaskan 16 orang dan melukai sebanyak 100 orang lainnya.

Peristiwa tersebut yang paling berbahaya dalam krisis Suriah dan membuat prihatin Moskow atas kecurigaan senjata penghancur massal telah digunakan pihak oposisi Suriah. Hal ini, menurut Moskow seperti dilansir Xinhua, menandakan konflik Suriah memasuki tahap baru.

Moskow kembali mendesak semua kekuatan terkait di Suriah agar menghentikan kerusuhan dan memulai penyelesaian politik dengan pemerintah dalam kerang kerja Komunike Jenewa Kelompok Aksi, yang dicapai pada 30 Juni 2012.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
966 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Suriah: Internasional Tanggung Jawab Atas Serangan Kimia Gerilyawan

Al-Qaeda Afrika Klaim Bunuh Sandera Warga Prancis

Saudi Tangkap Mata-Mata asal Iran