REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia menyampaikan keprihatinan mengenai penggunaan senjata kimia oleh pasukan oposisi Suriah. Rusia menyampaikan hal ini, Selasa (19/3) atas informasi dari Damaskus.
"Informasi menunjukkan penggunaan senjata kimia oleh oposisi bersenjata dicatat di Provinsi Aleppo pada 19 Maret pagi," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan daring yang dilansir Xinhua, Rabu (20/3). Kementerian itu merujuk satu ledakan diduga bom amunisi gas perang yang menewaskan 16 orang dan melukai sebanyak 100 orang lainnya.
Peristiwa tersebut yang paling berbahaya dalam krisis Suriah dan membuat prihatin Moskow atas kecurigaan senjata penghancur massal telah digunakan pihak oposisi Suriah. Hal ini, menurut Moskow seperti dilansir Xinhua, menandakan konflik Suriah memasuki tahap baru.
Moskow kembali mendesak semua kekuatan terkait di Suriah agar menghentikan kerusuhan dan memulai penyelesaian politik dengan pemerintah dalam kerang kerja Komunike Jenewa Kelompok Aksi, yang dicapai pada 30 Juni 2012.