Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Aksi Mogok Makan Tahanan Guantanamo Meningkat

Rabu, 20 Maret 2013, 08:20 WIB
Komentar : 0
Yildiz Yazicioglu/VOA
Penjara militer di Teluk Guantanamo, Kuba.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Jumlah tahanan yang mogok makan di penjara militer Guantanamo meningkat hampir dua kali lipat sejak pekan lalu, kata para pejabat di pusat penahanan pada Selasa (19/3). Direktur Komunikasi Guantanamo, Robert Durand, mengatakan 24 tahanan sekarang mogok makan, naik dari 15 orang.

Dia menegaskan, jumlah itu bukanlah mayoritas tahanan dalam aksi protes tersebut. "Laporan-laporan tentang kesehatan terkait mogok makan dan tahanan kurus-kurus tak benar," kata Durand kepada AFP. "Kami mendata 24 orang mogok makan, dengan 8 orang mendapat perawatan khusus."

Jumlah tahanan yang memperoleh asupan makanan khusus tak mengalami perubahan sejak Jumat, katanya. Ia menambahkan, dua tahanan saat ini dirawat karena dehidrasi.

Sekelompok pengacara berjumlah sekitar 50 orang yang mewakili 166 tahanan Guantanamo mengatakan mayoritas tahanan yang dipenjarakan di Kamp 6, yang menampung 130 tahanan, melakukan mogok makan. Omah Farah dari Pusat Hak Konstitusi (CCR) mengatakan beberapa tahanan kehilangan berat badan 40-50 pound dan sebagian besar kehilangan antara 20-30 pound.

Farah menuding pengelola kamp tak memperhatikan tingkat mogok makan yang dilakukan mulai 6 Februari untuk memprotes pemeriksaan yang dilakukan para penjaga penjara. Para tahanan telah menuduh para penjaga 'menodai' Alquran selama pemeriksaan. Para pejabat kamp membantah keras perlakuan tak senonoh oleh penjaga terhadap kita suci itu.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
536 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Ledakan Terjadi di Dekat Kementerian Kehakiman Turki