Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pemburu Gelap Bunuh Puluhan Gajah Hamil

Rabu, 20 Maret 2013, 08:40 WIB
Komentar : 0
AP Photo
Gajah Afrika Selatan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LIBREVILLE -- Para pemburu gelap membunuh sedikitnya 86 ekor gajah termasuk 33 gajah betina yang sedang hamil dan 15 anak gajah di Chad pekan lalu. Demikian kata kelompok-kelompok pecinta lingkungan hidup.

Mereka memperingatkan bahwa gajah-gajah di Afrika Tengah berisiko musnah jika para pemburu gelap melakukan aktivitas yang bertentangan dengan usaha-usaha pelestarian gajah-gajah.

Pembunuhan itu merupakan yang terburuk di kawasan tersebut sejak lebih 300 ekor gajah dibunuh di Kamerun awal tahun lalu. Para pemburu gelap dengan dilengkapi senjata otomatis melakukan penyerangan terkoordinasi terhadap kelompok-kelompok gajah selama musim panas di kawasan itu.

Para pelestari memperingatkan bahwa gerombolan-gerombolan kriminal terorganisasi memperdagangkan gading secara ilegal karena permintaan tinggi di Asia. Serangan terhadap gajah-gajah di bagian selatan Chad, dekat perbatasan Kamerun, berlangsung pada 14-15 Maret.

''Tragedi ini menunjukkan sekali lagi ancaman atas keberlangsungan gajah-gajah di Afrika Tengah," kata Bas Huijbregts, kepala Kampanye World Wildlife Fund (WWF) terhadap perdagangan hewan liar di Afrika Tengah, dalam satu pernyataan.

WWF menyatakan para pemburu itu menunggang kuda dan berbahasa Arab. WWF menyatakan bahwa mereka sama dengan kelompok yang terlibat dalam serangan Maret 2012 yang menewaskan lebih 300 gajah di bagian utara Kamerun.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/Reuters
656 reads
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

Berita Lainnya

Ledakan Terjadi di Dekat Kementerian Kehakiman Turki